PM, Blangpidie – Anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di Aceh dikeluhkan petani. Saat ini harga TBS anjlok ke level terendah, yakni di bawah Rp1.000/Kg.

Muazam, salah seorang petani sawit warga Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya) meminta Plt Gubenur Aceh Nova Iriansyah untuk turun tangan mengatasi rendahnya harga TBS sawit di wilayah Barat Selatan Aceh.

“Harga TBS kelapa sawit sejak bulan April lalu hingga sekarang menurun dratis,” ugkapnya, Selasa (17/7)

Muazam menjelaskan, pemerintah Provinsi Aceh terkesan mengabaikan nasib masyarakat petani sawit. Warga yang memiliki kebun sawit di pedesaan setiap hari menjerit lantaran harga TBS anjlok hingga ke level terendah, yakni di bawah Rp1.000/Kg.

Selain itu, tambahnya, harga TBS yang ditampung oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Raja Marga, Kabupaten Nagan Raya hanya Rp840/Kg, dan juga PKS lainnya menampung dengan harga murah, termasuk PKS milik Bupati Nagan Raya, Jamin Idham.

Muazam menuturkan, PKS milik Bupati Jamin Idham menampung TBS petani dengan harga Rp980/Kg. Harga tersebut meningkat Rp100/Kg dari PKS Raja Marga.

Sementara itu, harga yang ditampung oleh sejumlah PKS tersebut sangat tidak sesuai bila kita bandingkan dengan harga TBS yang dibeli oleh penampung di wilayah Medan, Sumatera Utara.

“Di wilayah Medan dan Pekan Baru, Riau, harga TBS masih bertahan kisaran Rp1.409/Kg hingga mencapai Rp1.500/Kg termasuk di wilayah Kota Subulussalam,” ungkap Muazam.

Di Subulussalam, sambungnya, harga TBS sekitar Rp1.230/Kg. Kenapa di PKS Nagan Raya harganya masih dibawah Rp1.000/Kg. Ini perlu dipertanyakan oleh Gubernur Aceh.

Ia berharap kepada PltGubernur Aceh Nova Iriansyah selaku pengambil kebijakan dan keputusan di pemerintahan agar sudi kiranya mengimbau PKS-PKS tersebut agar membeli hasil produksi TBS petani dengan harga yang stabil sebagaimana di Subulussalam.

“Harga CPO (Crude Palm Oil) masih stabil, pertukaran dolar semakin tinggi, kenapa harga produksi sawit petani di pedesaan semakin menurun. Kami minta Bapak Gubernur turun tangan atasi anjloknya harga ini, tutup Muazzam.

Reporter : Armiya Arif

Komentar