Banda Aceh – Asosiasi Grafika Aceh (AGA) berhasil dibentuk di tengah kondisi isolasi covid-19 yang menjadi momok berbagai kegiatan perkumpulan massa dalam jumlah besar. Kendati demikian, suasana semangat kebersamaan, asosiasi bagi pengusaha grafika tersebut berhasil dibentuk, Jumat (27/3/2020).

Dalam rilis yang diterima Pikiran Merdeka disebutkan, pembentukan AGA dilaksanakan dalam bentuk Duek Pakat (rapat) dan Deklarasi Asosiasi Grafika Aceh (AGA), Sabtu, 21 Maret 2020 di Pasific Cafe and Resto, Lamteh, Pango, Banda Aceh.

Berlangsung sejak pukul 20.00 WIB hingga selesai, acara ini dihadiri oleh sebagian besar Badan Usaha Percetakan  sejumlah 40 orang lebih pengusaha percetakan dan digital printing. Keputusan hasil Duk Pakat, berhasil dibentuk kepengurusan AGA periode 2020-2025.

Pimpinan yang terpilih, Tarmizi pengusaha Atjeh Advertising, mengalah 4 kandidat lainnya. Sekretasi AGA yang juga baru terpilih, Nasrullah pengusaha Bidari Scain, dengan antusiasme dan semangat kebersamaan membuat proses pembentukan AGA cukup menegangkan Di tengah suasana covid-19, pembentukan AGA berdasarkan duk pakat

Sejarah pembentukan pernah dibentuk sebelumnya pada 2006, namun tak sempat dibentuk pengurus, hanya pada sampai pada tahap akta notaris, lalu pada 2014 dicoba dirikan kembali di lokasi Rumah Makan Syahkuala, belum berhasil, hanya sampai pembentukan panitia formatur, akhirnya 2020 barulah AGA berhasil didirikan

Saat dikonfirmasi terkait kapan pelaksanaan pelantikan pengurus AGA periode 2020-2025 oleh media ini, pengurus AGA, Nasrullah selaku sekretaris menyebutkan pelantikan direncanakan ketika keadaan sudah dimungkinkan pasca persoalan bencana virus covid-19 berakhir, ungkap Nasrullah penuh harap.

Proses pemilihan ketua AGA dari 5 kandidat menyisakan 2 calon kuat yaitu Tarmizi dan Nasrullah, akhirnya Tarmizi memenangkan pemilihan ketua AGA dengan selisih 4 suara mengalahkan Nasrullah.

“Kita akan berafiliasi dengan pemda, agar segera mendapatkan dukungan persetujuan pendirian AGA, refleksi dari pentingnya hubungan kerja sama yang baik antara pemerintah dengan pengusaha grafika Aceh kedepan diharapkan saling bisa memberi benafit,” papar Nasrullah.

“Dasar semangat untuk sama-sama berkembang, punya nilai yang bisa saling membantu dalam dunia grafika di Aceh, itulah salah satu latar yang mendorong

Sebagai salah satu pelaku sejarah di bidang Grafika propinsi Aceh, A. Salam, ST ( A. Sahut) pengusaha Studio 12 sangat apresiasi atas berhasilnya terbentuk AGA, dirinya juga merasa haru. Selain dirinya Mahdani (Syeh) pengusaha Magenta Digital Printing juga termasuk pelaku sejarah pembentukan AGA, kedua tokoh tersebut menyambut baik atas berhasil berdirinya AGA.

“Dengan terbentuknya pengurus AGA periode 2020-2025 kita harapkan perjalanan sejarah pergerakan organisasi pengusaha grafika Aceh menjadi catatan pokok, karena tiga kali tahapan sepanjang tahun 2006, 2014 dan 2020 baru berhasil didirikan, ini maknanya kita tidak boleh menyiakan kesempatan adanya organisasi di bidang pengusaha grafika, maju dan teruslah berkiprah buat pengurus, selamat,” ungkap A Sahut.

Dua minggu 8 Maret 2020 sebelum proses duk pakat dan pembentukan AGA, komunitas ini mengadakan Family Gathering Advertising & Digital Printing Aceh 2020 di Pantai Riting, Leupung Aceh Besar yang diketuai oleh Safrijal Dj Galery.

Saat itu, sejumlah 50 lebih peserta, semangat keakraban dan kekeluargaan itu termasuk sebagai pemicu optimisme keberlanjutan pembentukan AGA yang sempat tertunda sejak 2006 dan 2014.

Aktivitas Family Gathering ini sekaligus menjadi pertemuan pertama pasca 2014 para pengusaha grafika Aceh mengadakan pertemuan silaturrahmi.

“Pentingnya persatuan para pengusaha grafika Aceh dibentuk adalah untuk memperkuat semangat interprener dan memberdayakan ekonomi juga bisnis pengusaha di bidang grafika agar mampu berdaya saing dalam pembangunan di Aceh,” pungkas Nasrullah.

AGA Dorong Kerjasama dengan Pemerintah Aceh Hadapi Isolasi Covid-19

Selain A. Sahut, tokoh lain yang juga merupakan pelaku sejarah pembentukan organisasi pengusaha grafika Aceh Abdullah HM Johan (Wak Doel) turut menyampaikan sikap optimisme dari terbentuknya AGA masa kerja 2020-2025. Dengan suasana isolasi terkait covid-19 saat ini, Wak Doel menyampaikan pentingnya mendorong kerjasama dengan pemerintah dalam upaya publikasi himbauan pemerintah terkait covid-19.

Wak Doel sebagai ketua pengarah AGA, menyebut bahwa arah kebijakan organisasi AGA ke depan agar dunia grafika di Aceh dalam menghadapi kecanggihan teknologi 4.0 lebih siap, perubahan penyesuaian era digitalisasi yang turut mendukung pesatnya perkembangan bisnis grafika harus dipersiapkan, terutama semua peralatan alat grafika yang kian pesat.

“Untuk menyambut teknologi percetakan yang makin maju, persiapan dunia industri grafika AGA melalui organisasinya tersebut dapat bersama-sama mengokohkan keberadaan mengahadapi tantangan masa datang,” papar Wak Doel via telepon WhatApp.

“Berbagai soal terkait bisnis usaha grafika dapat sinergi melelui keberadaan AGA, misalnya menyorot standarisasi harga bisnis grafika, semakin banyak semrautnya titik iklan, tata penertiban, tata kota agar lebih indah di masa datang berkaitan dengan sistem periklanan baliho dan lainnya, juga banyak hal lainnya,

Intinya kita sama-sama berbenah agar ke depan proses pemajuan bisnis grafika yang dapat diterapkan di seluruh Aceh agar jangan sembraut oleh sebab itu kita mengajak kerjasama dengan pemerintah terkait kebijakan space pemasangan, diskusi dan saling mendapatkan kesempatan berusaha yang adil oleh AGA dapat kian ditertibkan,” ungkap Wak Doel yang merupakan pemilik Warna Design Grafis.

“Kita juga membuka kesempatan luas dengan berbagai pihak dalam rangka sama-sama memberi dukungan aktif terhadap situasi isolasi covid-19 yang sedang dialami Aceh, terutama dengan pihak pemerintah, AGA bersedia bekerja sama untuk sosialisasi kerja sama bahasa himbauan, sebaran himbauan ini lebih cepat, kami memiliki akses luas dan cepat untuk mendukung hal ini, sebagai mitra kerja pemerintah, AGA sudah siap” pungkas Wak Doel. [Rel]

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh