WhatsApp Image 2021 04 08 at 22 16 58 1 678x381 1
Kepala Diskopukmdag Kota Banda Aceh, M Nurdin pada Pembahasan Dukungan kemitraan Banda Aceh Great Sale, Kamis (8/4/2021) di Plaza Mall Aceh, Beurawe. [Dok. Ist]

PM, Banda Aceh – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kota Banda Aceh ke 816 Tahun 2021 dan menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Pemerintah Kota Banda Aceh akan menggelar kegiatan ‘Banda Aceh Great Sale 2021’ dengan dukungan berbagai pihak atas inisiatif Gabungan Pelaku Usaha di Kota Banda Aceh.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh, M Nurdin pada pembahasan dukungan kemitraan Banda Aceh Great Sale, Kamis (8/4/2021) di Plaza Mall Aceh, Beurawe.

Nurdin mengatakan, even tersebut merupakan kolaborasi antara pelaku usaha perhotelan, retail, badan usaha, UMKM dan pemerintah yang akan dilaksanakan di berbagai lokasi terpilih.

“Event seperti ini harus kita dukung karena banyak manfaatnya salah satu solusi untuk memulihkan ekonomi di Banda Aceh selama pandemi Covid-19, karena inisiatifnya dari  pelaku-pelaku usaha dan pemerintah sangat mensupport tentunya sangat bermanfaat bagi masyarakat,” kata Nurdin.

Nantinya, Banda Aceh Great Sale akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti Food Festival, Fashion Bazzar, Cofee Festival dan lain-lainnya.

“Ini kita lakukan bertujuan untuk memberikan kemudahan berbelanja kepada masyarakat Aceh dengan menyediakan berbagai penawaran istimewa kepada masyarakat seperti discount/ potongan harga menarik hingga 70 persen, shopping giveaway atau belanja berhadiah dan grand prize pemberian hadiah utama/langsung kepada pembeli,” kata Nurdin.

Nurdin berharap, Banda Aceh Great Sale 2021 tersebut  menjadi  salah satu solusi pemulihan ekonomi pada masa pandemi Covid-19 dan  menjadi solusi terhadap kebijakan larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah.

“Sebagai solusi bagi masyarakat Banda Aceh jika dilarang mudik, maka Banda Aceh Great Sale 2021 adalah pilihannya untuk memudahkan dan membahagiakan warga agar tetap di Banda Aceh dan tidak melakukan mudik sehingga perputaran ekonominya di Banda Aceh tidak keluar Aceh,” tuturnya.(*)