Aby Quhafah Attamy mewakili Aceh Selatan dalam Kawah Kepemimpinan Pelajar 2015
Aby Quhafah Attamy mewakili Aceh Selatan dalam Kawah Kepemimpinan Pelajar 2015

PM, TAPAKTUAN – Siapa sangka, jika Allah SWT menghendaki tidak satupun dapat menghalanginya. Hal inilah yang dialami anak seorang petani miskin, Desa Rotteungoh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan mendapat undangan dari orang nomor satu di Indonesia.

Aby Quhafah Attamy (14), meskipun diusianya yang masih seumur jagung namun telah berhasil mengukir prestasi yang membanggakan keluarga dan mengharumkan nama daerah dan sekolah serta pesantren tempat dia menimba ilmu pengetahuan.

Berbekal kombinasi ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama yang diperolahnya dari SMPN 1 Meukek, Kabupaten Aceh Selatan dan Pesantren Raudhatul Jadid pimpinan Tgk Jazuri Syam di Desa Kuta Baro Kecamatan Meukek, ternyata berhasil membentuknya menjadi remaja yang handal dalam berpidato dan cakap dalam mengaji Al-Quran serta teruji dalam penguasaan ilmu pengetahuan umum.

Anak sulung dari lima bersaudara pasangan Thamren dan Nyak Julita yang masih duduk dibangku kelas 2 SMPN 1 Meukek, kelahiran 15 Mei 2002 ini, berhasil terpilih sebagai Ketua Osis SMP mewakili Kabupaten Aceh Selatan bersama 19 Ketua Osis SMP lainnya se Aceh untuk mengikuti pelatihan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) tahun 2015 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Jakarta sejak tanggal 17 sampai 21 November 2015.

“Sebelumnya tak pernah saya impikan berhasil menginjakkan kaki di Istana Negara bahkan bersalaman dengan Presiden RI, Joko Widodo. Alhamdulillah berkat doa orang tua dan seluruh keluarga serta guru dan kawan-kawan sekolah, impian yang tak terduga itu jadi kenyataan, melalui kesempatan mengikuti pelatihan Kawah Kepemimpinan Pelajar 2015 yang diselenggarakan Kemendikbud dimana saya berhasil mewakili Aceh Selatan berangkat ke Jakarta,” tutur Aby Quhafah Attamy kepada wartawan di Meukek, Rabu (25/11/2015).

Dia mengatakan, meskipun selama ini dirinya tinggal di pemondokan pesantren, dengan rutinitas sehari-harinya, pagi sampai siang pergi ke sekolah sedangkan sore sampai malam belajar ilmu agama di pesantren tersebut, namun tetap tidak mengganggu konsentrasinya untuk terus meraih nilai pelajaran terbaik di Sekolah dan tetap eksis di organiasi intra sekolah serta kegiatan-kegiatan ekstrakulikuler lainnya.

“Dengan berbekal kombinasi antara ilmu pengetahuan umum dan ilmu agama yang saya peroleh itu, justru makin melatih mental dan kepribadian saya dilapangan. Terbukti dalam proses seleksi Ketua Osis tingkat Provinsi Aceh untuk mengikuti pelatihan KKP di Jakarta, saya berhasil terpilih mewakili Aceh Selatan,” ujar remaja yang bercita-cita ingin menimba ilmu (kuliah) di Universitas Kairo, Mesir ini.

Aby Quhafah Attamy menyatakan, selama mengikuti pelatihan KKP tersebut, telah membuka wawasan berfikir dirinya tentang kepemimpinan dan kewirausahaan serta sikap nasionalisme, yang nantinya akan di aktualisasikan atau di implementasikan dalam menjalankan roda organisasi Osis di SMPN 1 Meukek tempat dia bersekolah selama ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Mawardi SPd yang dihubungi Rabu (25/11/2015) menjelaskan, Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis) SMPN 1 Meukek, remaja yang akrap disapa Aby ini, berhasil terpilih mewakili Kabupaten Aceh Selatan untuk mengikuti pelatihan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) tahun 2015 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Pembinaan SMP Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, setelah berhasil menyingkirkan tujuh rival atau pesaingnya masing-masing Ketua Osis SMPN 1 Labuhanhaji Barat, Ketua Osis SMPN 1 Labuhanhaji, Ketua Osis SMPN 1 Samadua, Ketua Osis SMPN 1 Tapaktuan, Ketua Osis SMPN 1 Kluet Utara, Ketua Osis SMPN 1 Trumon Timur dan Ketua Osis SMPN 1 Trumon, dalam proses seleksi yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh di Banda Aceh awal November 2015 lalu.

Dia menyebutkan, surat dari Dinas Pendidikan Provinsi Aceh terkait permintaan pengiriman delapan orang Ketua Osis SMPN se Aceh Selatan untuk mengikuti proses seleksi di Banda Aceh itu, diterima pihaknya pada akhir Oktober 2015 lalu.

“Menindaklanjuti surat itu, pada awal November 2015 kami langsung mengirimkan sebanyak 8 orang Ketua Osis yang terpilih se Aceh Selatan untuk mengikuti proses seleksi di Banda Aceh. Dari beberapa materi tes terkait dengan karakter kepemimpinan pelajar seperti wawancara, pidato serta wawasan akhirnya mewakili Aceh Selatan terpilih Ketua Osis SMPN 1 Meukek atas nama Aby Quhafah Attamy,” jelas Mawardi.

Kepala SMPN 1 Meukek, Dayuli SPd menyatakan, pihaknya atas nama sekolah dan seluruh dewan Guru merasa sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh salah seorang anak didiknya tersebut karena berhasil terpilih mewakili Kabupaten Aceh Selatan bersama 19 orang Ketua Osis se Aceh lainnya untuk mengikuti pelatihan KKP tahun 2015 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

“Ketua Osis SMPN 1 Meukek ini tercatat satu-satunya pelajar di Aceh Selatan yang telah berhasil mengikuti pelatihan KKP oleh Kemendikbud bahkan sempat diundang ke Istana Negara oleh Presiden Jokowi untuk bersilaturrahmi. Sebelumnya belum pernah ada siswa atau pelajar Aceh Selatan berhasil meraih prestasi seperti ini. Kami sangat bangga atas prestasinya telah membawa nama harum daerah dan sekolah tersebut,” cetus Dayuli.

Dayuli berharap, seluruh pengalaman dan ilmu pengetahuan yang telah didapatkan selama pelatihan KKP oleh Kemendikbud di Jakarta tersebut, dapat di tularkan kepada siswa lainnya serta diimplementasikan dalam menjalankan roda organisasi Osis ke depannya, sehingga SMPN 1 Meukek dapat lebih maju dan berkembang dengan cara terus meraih prestasi-prestasi yang membanggakan ke depannya,” pinta Dayuli.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelatihan KKP tingkat Nasional tahun 2015 dengan tema “Pemimpin Muda Indonesia yang Berkarakter dan Patriotik” yang di selenggarakan Kemendikbud tersebut, di ikuti sebanyak 512 Ketua Osis tingkat SMP seluruh Indonesia.

Pemateri dalam pelatihan tersebut terdiri dari unsure Pemerintah (Kemendikbud), Akademisi (Perguruan Tinggi), praktisi organisasi kepemudaan, pramuka dan para professional dibidang kepemimpinan, kewirausahaan dan kebangsaan. [PM006]

Komentar