Sejumalah sopir bus sekolah milik Pemkab Pidie saat memarkirkan bus di halaman Dishub Pidie, Senin (26/2).(pikiranmerdeka.co/Amir Sagita)

PM, SIGLI – Pemerintah Kabupaten Pidie, tidak lagi memperpanjang kontrak puluhan sopir bus sekolah di wilayah tersebut. Hal itu menyusul ditariknya 33 unit bus sekolah dari sopir lama untuk diberikan kepada sopir baru.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Pidie Ir M.Hasan Yahya kepada PIKIRANMERDEKA.CO, Senin (26/3) menjelaskan, penarikan 33 unit bus sekolah dari sopir lama tersebut dilakukan atas instruksi kepala daerah setempat.

“Itu wewenangnya pimpinan daerah untuk menggantikan sopirnya. Saya hanya menjalankan perintah bupati jadi tidak hak saya selaku kepala dinas,” ujarnya.

Disebutkan, puluhan sopir lama SK nya sudah berakhir sehingga jika bupati ingin menarik bus tersebut tidak menyalahi aturan dan dibenarkan.

Terkait dengan hak-hak sopir yang belum diselesaikan, lanjut Kadis, dalam wakti dekat akan diselesaikan. Pihaknya, sambung Kadis, sedang berusaha mencari pinjaman agar hak-hak 33 sopir ‎dan 14 kondektur sebesar Rp 191 juta dapat segera dilunasi. “Yang jelas hak-hak mereka tetap akan kita selesaikan,” papar Kadishub.

Sementara itu suasana pengembalian 33 unit bus tersebut mendapat pengawalan puluhan aparat kepolisian. Hal tersebut untuk menjaga keamanan di komplek Dishubkominfo Pidie, karena dikhawatirkan akan terjadi gejolak disaat busnya ditarik oleh petugas.()

Komentar