Launching Sukuk Tabungan seri ST005. (CNBC Indonesia/Lidya Julita S)

Jakarta – Kementerian Keuangan resmi membuka penawaran surat utang negara berbasis syariah yang diberi nama Sukuk Tabungan seri ST005. Surat utang ini dijual melalui online dengan kupon bunga sebesar 7,4%.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, penawaran sukuk syariah ini untuk membantu pembiayaan APBN terutama menutupi defisit yang ada.

Target pembiayaan dari sukuk ini tidak jauh berbeda dengan SBR007 yakni Rp 2 triliun. “Rp 2 triliun ya target kita dengan periode penawaran 8-21 Agustus,” ujar Luky di Gedung DJPPR, Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Selain itu, Luky menjelaskan, penawaran sukuk ritel syariah ini berbeda dengan SBR007 yang dirilis 11 Juli 2019. Sukuk ritel syariah ini lebih halal dan dijual secara online.

Tak hanya itu, imbal hasil ataupun bunga untuk syariah ini lebih kecil dibandingkan SBR007. Sukuk ritel syariah ST005 hanya 7,4% sedangkan SBR007 sebesar 7,5%. Meski demikian dia yakin ini akan tetap menarik.

“Kalau kita lihat SBN baik sukuk maupun konvensional, gampang aja kita lihat secondary marketnya. Itu pasti jadi referensi, jadi ketika memang turun mau gak mau kita turun juga, kalau naik akan naik juga. Masalahnya tahun lalu dan tahun ini market itu sangat volatile,” jelasnya.

Luky yakin penjualan dari sukuk ritel syariah ini bisa lebih dari target pemerintah. Keyakinan ini muncul karena SBR007 juga laku jauh lebih dari target.

“Kalau preferensi kurang lebih sama, tapi tergantung timingnya memang. Ketika orang lagi banyak dapat bonus misalnya itu demand tinggi.

Kemarin misalnya kan SBR007 pun masih laku Rp 3,2 triliun, jauh di atas target kita Rp 2 triliun. Jadi memang tergantung dari preferensi si investor dan juga timing,” tegasnya.

Sumber: CNBC Indonesia

Komentar