ILUSTRASI

PM, TAPAKTUAN – Desakan pemberhentian Keuchik Gampong Krueng Batu, Kecamatan Kluet Utara, oleh warga setempat, hingga saat ini masih menunggu keputusan Bupati Aceh Selatan HT Sama Indra SH. Demikian dikatakan Camat Kluet Utara, H Zainal Kamis (14/9).

Zainal mengatakan, pemerintah Aceh Selatan hingga saat ini belum mengeluarkan sebuah keputusan resmi, untuk menyelesaikan persoalan antara warga dengan kepala desa (keuchik) setempat.

Hal itu disebabkan karena Bupati Aceh Selatan, HT Sama Indra sampai saat ini masih di luar daerah. “Bupati belum kembali sejak berangkat ke luar daerah dua pekan lalu,” ujar Zainal saat dihubungi via selularnya.

Camat Kluet Utara, H Zainal SE mengatakan, pasca aksi massa Kamis (7/9) lalu, rombongan pejabat Pemkab setempat yang dipimpin Asisten I Setdakab, Erwiandi telah turun ke Gampong Krueng Batu menemui masyarakat setempat.

Dalam pertemuan itu, telah disepakati bahwa untuk menjalankan roda pemerintahan desa diserahkan sepenuhnya kepada sekretaris desa (Sekdes).

“Sedangkan terkait dengan tuntutan masyarakat meminta agar Keuchik HT Albert Banta segera di copot harus menunggu Bupati HT Sama Indra pulang,” tambahnya.

Jalan tengah menyerahkan tanggungjawab menjalankan roda pemerintahan desa kepada Sekdes, menurut Camat Kluet Utara, dipandang perlu agar tidak mengganggu pelayanan terhadap masyarakat setempat.

“Kondisi sekarang ini, seluruh anggota Tuha Pheut dan perangkat gampong lainnya telah mengundurkan diri sebagai bagian dari aksi protes menuntut keuchik di copot. Sementara keputusan pemberhentian keuchik harus diputuskan oleh bupati,” ucapnya.

Zainal menyebutkan, pihaknya telah menempuh berbagai cara untuk menyelesaikan persoalan antara Keuchik HT Albert Banta dengan masyarakat setempat. Bahkan, kata Camat, pihaknya bersama Muspika Kluet Utara telah pernah menawarkan solusi penyelesaian dengan cara membuat surat perjanjian yang ditandatangan Keuchik HT Albert Banta.

Sebelumnya, ratusan massa menggelar aksi pada Kamis (7/9/) lalu menuntut Pemkab Aceh Selatan segera mencopot HT Albert Banta. Dalam aksinya, massa sempat menyegel kantor keuchik dan menduduki kantor camat.

Alasan masyarakat setempat menuntut Keuchik Krueng Batu di copot, diantaranya menyangkut persoalan pengelolaan dana desa yang dinilai tidak transparan serta sarat masalah. Disamping itu, Keuchik HT Albert Banta juga dituding sering bersikap arogan dengan berkata-kata kasar kepada masyarakat setempat.

“Berbagai pertemuan baik yang di fasilitasi Muspika Kluet Utara maupun Pemkab Aceh Selatan telah digelar. Namun hal itu belum juga mampu meredam kemarahan warga karena mereka tetap bersikukuh menuntut supaya HT Albert Banta segera dicopot,” tegas H Zainal.()

Komentar