PM, Banda Aceh – Pembangunan kampus IAIN Ar-Raniry dengan sumber dana bantuan Islamic Depeloment Bank (IDB) sebesar S$ 420 juta sudah 90 persen rampung dikerjakan oleh perusahaan yang memenangkan tender.

Hal tersebut disampaikan Rektor IAIN Ar-Raniry Prof Farid Wajdi Ibrahim saat meninjau lokasi pembangunan kampus tersebut di Darussalam, Banda Aceh, Rabu (28/3), sebagaimana disebutkan dalam rilis yang dikirim ke wartawan.

“Sejak Juni 2010 kita sudah terpencar-pencar kuliah di mana-mana sungguh sangat memprihatinkan. Namun semua itu untuk kebaikan di masa mendatang. Dan alhamdulillah semua impian yang kita dambakan itu semakin nyata di depan mata,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan kampus baru IAIN Ar-Raniry dengan sumber dana melimpah tersebut memiliki karakter dan arsitektur yang memadukan tiga demensi, yaitu keilmuan, keagamaan dan kerajaan.

“Perpaduan tradisional dan modern mencerminkan khas IAIN Ar-Raniry menjadikan kampus yang mendidik generasi Aceh berpengetahuan Ipteq dan Iptag.”

Farid menambahkan, dengan rampungnya pembangunan kampus baru ini, upaya peningkatkan status IAIN menjadi UIN juga menjadi sasaran prioritas pihak Rektorat di masa mendatang.

“Semua lembaga terkait di Aceh sudah memberikan dukungan dalam rangka perubahan status IAIN menjadi UIN. Ini langkah nyata ditempuh pihak IAIN Ar-Raniry menyahuti tuntunan zaman,” sebutnya.

Ke depan, kata Farid, kampus IAIN Ar-Raniry bukan hanya gedung megah, namun sistem belajar untuk meningkatkan kualitas mahasiswa menjadi prioritas pihak IAIN.

“Kami minta dukungan media yang ada di Aceh untuk terus mengampanyekan pendidikan Aceh agar lebih maju di masa mendatang,” ajak Farid. [chs]

Komentar