mobil diberondong
Mobil CR-V BK 1808 JW berlumuran darah setelah diberondong di Paya Rangkuluh, Kutablang, Bireuen, Rabu (16/5). (PIKIRAN MERDEKA | JONIFUL BAHRI)
mobil diberondong
Mobil CR-V BK 1808 JW berlumuran darah setelah diberondong di Paya Rangkuluh, Kutablang, Bireuen, Rabu (16/5). (PIKIRAN MERDEKA | JONIFUL BAHRI)

Bireuen—Sekretaris Partai Aceh Lhokseumawe Sukri Abdullahalias Pang Kuek, 35, dan Cut Yetti Indra, 39, ibu rumah tangga, tewas diberondong dengan senjata api automatic kalashnikov, Selasa (16/5) sekira pukul 23.55 WIB. Korban ditembaki saat dalam perjalanan di Jalan Medan-Banda Aceh, Paya Rangkuluh, Kutablang, Bireuen.

Informasi dikumpul Pikiran Merdeka, saat kejadian Pang Kuek dan Cut Yetti serta Teuku Muhammad Yasir, 16, sedang meluncur dari Sigli ke Lhokseumawe menggunakan mobil Honda CR-V BK 1808 JW. Mobil itu dicat dengan atribut PA, di sisi kanan mobil bergambar peta Aceh dan sisi kiri bergambar deklarator GAM Hasan Tiro.

Tiba di lokasi kejadian, mobil tersebut didahului oleh mobil Toyota Avanza silver. Orang di mobil Avanza langsung melepaskan tembakan ke mobil CR-V beratribut PA tersebut. Akibatnya, Syukri dan Cut Yetty meninggal dunia. Sementara Yasir mengalami luka lecet.

Sedangkan mobil korban langsung terjerembab ke biram jalan. Kondisi Honda CR-V buatan tahun 2010 itu mengalami rusak berat. Kaca dan body depan mobil hancur serta dinding kanan mobil ditembusi sepuluh lobang peluru.

Korban tewas Sukri alias Pang Keuk tercatat sebagai warga Pangoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, dan Cut Yetti Indra merupakan warga kompleks PT PIM Krueng Geukueh, Dewantara, Lhokseumawe. Sementara korban selamat, Teuku M Yasir, warga Blang Seupeng, Peukan Baroe, Pidie Jaya.

Kapolres Bireuen AKBP Yuri Karsono SIK mengatakan Honda CR-V BK 1808 JW itu diberondong saat dalam perjalanan dari Sigli menuju Lhokseumawe. Awalnya, kata dia, di dalam mobil itu hanya ada dua orang, yaitu Syukri Abdullah yang mengemudi mobil dan Cut Yetty. Setiba di Batee Iliek Samalanga, mobil tersebut sempat berhenti karena bergabungnya sepupu  Cut Yetty, Teuku Muhammad Yasir,  ke mobil itu,” katanya, Rabu (16/5) siang.

Berdasarkan keterangan sementara, kata Kapolres, Yasir tidak kenal dengan Syukri. “Sebelum pindah mobil, Yasir sempat menumpang Toyota Avanza yang beriringan dengan mobil yang dikemudikan Syukri,” katanya.

Yuri Karsono menjelaskan, mobil korban tiba di kawasan Paya Rangkulueh, Kutablang, Bireuen, sekitar pukul 23.55 WIB. “Saat itu Toyota Avanza silver mendahului mobil yang kendarai Syukri. Penumpang dari mobil Avanza itu langsung melepaskan tembakan ke mobil CR-V hingga mengenai Syukri dan Cut Yetty dari arah depan,” paparnya.

Pasca-penembakan, pelaku yang diperkirakan lebih dari dua orang langsung tancap gas ke arah Lhokseumawe. “Pelaku menembak mobil korban dipastikan dari jarak dekat atau sekitar tujuh hingga 10 meter,” sebut Kapolres. Dari hasil penyisiran sementara polisi, ditemukan tujuh selongsong peluru dari senjata otomatis jenis Automatic Kalashnikov (AK).

Usai kejadian, warga yang tiba di lokasi menemukan Syukri dalam keadaan tidak bernyawa. Sekretaris PA Lhokseumawe itu dipastikan terkena beberapa kali tembakan di dadanya. Sementara Cut Yetty masih sempat bernafas, sebelum akhirnya meninggal dunia. ”Sejauh ini, kita belum dapat menyimpulkan motifnya, tapi ini sebagai kasus pembunuhan,” ujar Kapolres.

Kendati demikian, kata Yuri, polisi akan tetap berupaya untuk mengungkap motif lain apakah ada kaitannya dengan bisnis atau unsur lain itu akan ditemui saat pengembangan kasus. ”Yang jelas, kemungkinan kasus itu bermotif perampokan atau masalah lain. Sebab itu, perlu penyelidikan dan perlu dilakukan pengembangan lebih dalam lagi,” ujar Yuri.

Hingga kemarin, polisi sudah meminta keterangan dari dua saksi warga yang berada di sekitar lokasi ketika kejadian. “Sebelum kejadian penembakan itu, dua saksi ini sedang melaju dengan sepeda motor dari arah timur menuju kota Kutablang. Tiba di lokasi, mereka mendengar suara letusan senjata, lalu keduanya berhenti dan sempat tiarap dengan menjatuhkan sepeda motornya sampai keadaan aman,” terang Kapolres.

Di lokasi penembakan atau sekitar 500 meter arah barat lokasi mobil korban terhenti di kebun warga, polisi hanya menemukan tujuh selongsong peluru senjata laras panjang jenis AK. “Sejauh ini, kita baru menemukan selongsong peluru, sedangkan proyektilnya masih kita dicari, kemungkinan ada yang tersangkut di mobil atau tercecer di lokasi,” katanya.

Sementara TM Yasir, kata Kapolres, dalam aksi penembakan itu belum dapat dimintai keterangan, sebab ia masih trauma dan terlihat labil setelah peristiwa itu. “Dia (Yasir) merupakan saksi kunci kami, yang melihat dan mengalami langsung kejadian itu,” sebut Kapolres.

Seluruh korban yang menumpang mobil mewah itu dibawa ke Puskesmas Kutablang. Tapi Cut Yetty meninggal dunia dalam perjalanan ke Puksemas. Terakhir, ketiganya dievakuasi ke UGD RSUD Fauziah Bireuen.

Jenazah kedua kemudian dijemput keluarganya. Syukri Abdullah dibawa pulang keluarganya, Rabu sekitar pukul 07.00 WIB. Sementara jenazah Cut Yetty dipulangkan sekitar pukul 10.15 WIB ke Komplek PIM dan akan dikebumikan di kampung halaman suaminya di Langsa.[jon]

Komentar