Trigana Air

Trigana Air

# Satu Penumpang Tewas, Pesawat Tabrak Rumah

Papua–Kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) menembak pesawat Trigana Air di Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua, Minggu (8/4) sekitar pukul 08.30 WIT. Seorang penumpang tewas tertembak, bangkai pesawat tabrak rumah warga.

Informasi dihimpun, kejadian tersebut bermula ketika pesawat Trigana Air PK-YRF mendarat di landasan  Bandara Mulia. Saat akan parkir di apron bandara, lima pria bersenjata tiba-tiba menembaki pesawat secara membabi-buta.

Pesawat kemudian hilang keseimbangan dan menabrak rumah yang berlokasi di sekitar Bandara Mulia. Satu  orang dikabarkan meninggal dan 4 lainnya mengalami luka-luka. Seorang yang meninggal dalam insiden itu bernama Leiron Kogoya, penumpang pesawat.

Leiron Kogoya merupakan wartawan Papua Pos. Dia mengalami luka tembak di bagian leher. Sementara keempat orang lainnya yang mengalami luka-luka adalah Pako Korwa,4, terkena serpihan di jari tangan kiri, Yanti Korwa,30, terkena serpihan di lengan kanan,  Beby Astek,40, terkena serpihan di mata kaki kiri, dan Willy Resubun, 30, kopilot pesawat luka di jari tangan kanan terkena serpihan.

“Iya, pesawat Trigana Air ditembaki saat mendarat di Bandara Mulia Puncak Jaya. Pilot panik dan tidak bisa mengendalikan pesawat sehingga keluar dari landasan pacu dan menabrak bangunan,” kata Juru Bicara Polda Papua AKBP Yohanes ketika dikonfirmasi terkait insiden itu.

Yohanes mengatakan setelah beraksi kelompok bersenjata itu langsung melarikan diri ke hutan di sekitar bandara. “Aparat gabungan TNI dan Polri masih mengejar para pelaku yang lari ke atas gunung di sekitar bandara,” katanya.

Dia menambahkan, korban tewas Leiron Kogoya adalah wartawan Papua Pos. Saat ini anggota Polres Puncak Jaya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara di Bandara Mulia, dan belum mengetahui motif penembakan tersebut.

Kejar Pelaku

Atas insiden tersebut Mabes Polri masih mengejar pelaku penembak Trigana Air. Polri juga belum memastikan siapa pelaku penembakan tersebut dan berasal dari kelompok mana.

“Kami melakukan pengejaran bersama pasukan gabungan TNI dan Polri,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen M Taufik, saat dihubungi VIVAnews.com.[pm/vvn]

Komentar