PM, Aceh Besar – Baitulmaal Muamalat (BMM) meluncurkan program SMP-SMK Muamalat Solidarity Boarding School (MSBS). Program ini merupakan kerja sama antara BMM dan Pemkab Aceh Besar dalam pembinaan anak yatim dan terlantar yang ada di Aceh Besar.

Peresmian Program SMP-SMK MSBS dilakukan oleh Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat, Teten Kustiawan dan Direktur Muamalat Solidarity Boarding School, Gunawan Indra Hasibuan pada Selasa (9/4/2019) di SMP As-Salam ISS, Jl. Transmigran No.02 Desa Bukit Musara, Kota Jantho, Aceh Besar – Aceh.

Pada awalnya, BMM menyelenggarakan program Islamic Solidarity School (ISS) yang didirikan oleh Islamic Development Bank (IDB). ISS ditujukan untuk membina anak korban tsunami dan konflik untuk mendapatkan pendidikan formal yang layak setara dengan jenjang pendidikan SMK selama 3 tahun.

Sejak tahun 2006 BMM sudah diamanahkan mengelola ISS sampai tahun 2018. Jumlah siswa lulusan ISS pada tahun 2018 lalu tercatat sebanyak 52 orang. Sedangkan sampai saat ini ISS sudah memasuki tahun angkatan ke-6.

Bertepatan dengan peresmian SMP-SMK MSBS, ISS sekaligus menyelenggarakan wisuda kelas akhir SMK Grafika angkatan ke 6. Wisudawan kali ini berjumlah 43 siswa yang kesemuanya adalah putra daerah provinsi Aceh.

Ke-43 siswa ini berasal dari jurusan persiapan design grafika, yang outputnya mereka minimal dapat bekerja di percetakan atau bahkan dapat membuka percetakan sendiri. Karena di SMK Grafika sendiri telah diajarkan materi-materi tentang teori sampai praktik bagaimana mendesain sampai langkah-langkah mencetak desain tersebut dengan mesin yang modern.

Pada peresmian tersebut, Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat Teten Kustiawan mengatakan, SMP-SMK MSBS bukan hanya merupakan perubahan dalam penamaan saja, tetapi merupakan transformasi menyeluruh dari sistem yang lama yang masih parsial kepada sistem yang baru yang sudah terintegrasi.

Transformasi berupa jenjang pendidikan menjadi 6 tahun, dimana siswa akan menempuh jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah menengah Kejuruan (SMK) berasrama yang ditempuh selama 6 tahun masa studi.

“Kami berharap lulusan SMP-SMK MSBS ini nantinya bisa memiliki kompetensi, karakter serta akhklak Islami yang siap pakai,” kata Teten.

Penerimaan siswa baru hanya dibuka untuk jenjang SMP, sehingga seluruh siswa diharuskan untuk menempuh pendidikan 6 tahun dan berbasis kejuruan. SMP-SMK MSBS mengutamakan penerapan budaya 5C (character, creativity, critical thingking, communications and collaboration) kepada siswa serta menjadi sekolah yang unggul dalam desain digital.

SMP-SMK MSBS ditujukan untuk menerima, mendidik dan membina anak-anak yang berasal dari keluarga dhuafa, anak-anak yatim, serta putra-putri terbaik dari wilayah paling barat di Indonesia ini, khususnya yang berasal dari Kabupaten Aceh Besar. Lulusan SMP-SMK MSBS nantinya diharapkan bisa melahirkan tenaga kerja siap pakai yang berkarakter Islami.

“Program SMP-SMK MSBS ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian dan langkah nyata BMM dalam membantu mewujudkan kecerdasan kehidupan bangsa yang akhirnya dapat memutus mata rantai kemiskinan serta menguatkan aqidah siswa sejak dini dalam sebuah bentuk program boarding school,” tandas Teten.

Untuk diketahui, BMM merupakan Lembaga Amil Zakat Nasional yang didirikan oleh Bank Muamalat sejak tanggal 16 Juni 2000. BMM merupakan pengelola zakat resmi yang ditunjuk pemerintah untuk menghimpun dan menyalurkan dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) dari umat kepada para mustahik yang layak menerimanya.

Selama lebih dari 18 tahun berkiprah, BMM selalu berusaha melakukan tata kelola yang baik terutama dalam hal pendistribusian dan pendayagunaan dana ZISWAF guna meningkatkan kesejahteraan umat melalui program-program yang inovatif, kreatif dan berkesinambungan, diantaranya dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, kemanusiaan serta wakaf produktif. []

Komentar