Reza (8) mendapatkan perawatan ke RSUD Aceh Singkil, Senin kemarin (18/6).

PM, Singkil– Korban Demam Berdarah (DBD) di Desa Sidodadi, kecamatan Simpang, Aceh Singkil kembali bertambah menjadi 10 orang. Jumlah tersebut didominasi anak anak.

Kali ini, korban bernama Fatan (6) dan Fika (10). Keduanya terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Mereka lalu dinyatakan positif DBD sejak Kamis (21/6) tadi.

Erry Sudhario, salah seorang perangkat desa setempat mengatakan pagi tadi korban bertambah dari 8 orang menjadi 10 orang, “Hari ini korban di bawa ke rumah sakit,” katanya.

Korban lainnya, seperti kepala desa Sidodadi, Asdar Bancin juga mengaku dua anaknya ikut menderita DBD.

Asdar juga mengatakan bahwa penularan DBD tersebut tidak hanya dialami warganya di desa Sidodadi. Melainkan juga menimpa warga tetangga di Desa Sukarejo, Kain Golong dan Desa Pagi.

“Jumlah korban di Sukarejo sekitar 4 sampai 6 orang, di desa Kain Golong 2 orang dan di Pagi 1 orang,” urainya.

Namun, menurutnya di desa Sukarejo sendiri dikabarkan beberapa bulan lalu sempat difogging.

Sebelumnya, dalam sebulan terakhir 8 orang positif mengalami DBD dan terpaksa di larikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Aceh Singkil untuk mendapatkan perawatan. Jumlah tersebut terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.

Warga berharap Dinas Kesehatan segera bergerak untuk membasmi DBD d desa itu. Minimal mengurangi penularan yang ditimbulkan dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut dengan cara Fogging (penyemprotan) secara keseluruhan.

Informasi yang diterima, akibat tajamnya penularan DBD tersebut sebagian warga setempat mengungsikan anak anaknya ke tempat yang lebih aman. []

Komentar