*Pemerintah tetapkan 6 hektar kawasan kumuh di Subulussalam.

PM, Subulussalam – Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Kota Subulussalam hari ini, Rabu (8/8) menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat (PKM) bagi Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) desa di Aula Hotel Hermes One selama dua hari, sejak tanggal 8-9 Agustus.

Ketua panitia penyelenggara, Satria Tumangger mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kesadaran peserta terkait pentingnya integrasi dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman (RPLP) yang menjadi program KOTAKU dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) milik desa dan Renstra/Renja milik kecamatan.

“Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terkait pentingnya pemerintah sebagai nahkoda, pemahaman mengenai indikator keberhasilan serta pentingnya kolaborasi dalam rangka penanganan kumuh di Kota Subulussalam,” kata Satria.

Pelatihan itu dibuka oleh Asisten II Setdako Subulussalam Lidin Padang, SH mewakili Walikota Subulussalam. Dalam sambutannya, Lidin menyatakan bahwa pemerintah telah menetapkan wilayah kategori kumuh melalui SK Penetapan Kawasan Kumuh, yakni seluas 61,66 hektar. Area tersebut tersebar di lima desa yakni, Subulussalam Utara, Lae Ikan, Suka Maju, Pasar Rundeng dan Longkib.

Kelima desa tersebut tahun ini akan mengerjakan sebanyak 63 kegiatan infrastruktur, seperti jalan lingkungan, drainase lingkungan, MCK komunal, sumur bor air bersih dan box culvert.

Lidin berpesan, dalam pengelola anggaran BKM harus berhati-hati dan jangan sampai ada temuan. “Kita harap BKM bekerja semaksimal mungkin dan tidak ada temuan ke depannya,” kata dia.

Sementara itu, kegiatan pelatihan itu dipandu langsung oleh Korkot 07 Subulussalam, Wijaya Setiadi, ST bersama dengan tiga orang pemateri yakni, Teuku Jaswadi, SE, Edi Yurisman, ST dan Baginda Nasution, SH, MM.[]

Reporter: Nukman SA

 

Komentar