PM, SIGLI – Pengurus Yayasan Baitul A’la mengaku tidak mengetahui persis penyebab kisruh di Masjid Abu Beureueh, Beureunuen, yang terjadi Selasa (27/3) kemarin.

“Kami tidak tahu apa-apa dan kenapa masyarakat marah terhadap pengurus Yayasan,” ujar Ketua Umum Pengurus Masjid Abu Beureueh versi Yayasan Baitul A’la, H. Rinaldi Nurdin kepada PIKIRANMERDEKA.CO, Rabu (28/3).

Terkait: Kisruh di Masjid Abu Beureueh, Abu Doto Dievakuasi dengan Barracuda

Kata dia, tidak ada persoalan mendasar antara pengurus Yayasan dengan masyarakat Kecamatan Mutiara. Karenanya, kata dia, pihak Yayasan tidak mengetahui alasan masyarakat menolak pelantikan pengurus Yayasan Baitul A’la, hingga berakhir ricuh.

Bahkan, kata dia, pihak Yayasan juga melakukan rapat dengan panitia pembangunan Masjid untuk membahas masalah pelantikan pengurus.

“Kami tidak tahu persis apa yang menyebabkan masyarakat tersulut emosi dalam hal pelantikan pengurus Yayasan Baitul A’la,” tambahnya.

Disebutkan, Yayasan tersebut dirikan oleh almarhum Muhammad Daud Beureueh pada tahun 1979 dan di SK kan pengurus tahun 1980 oleh Daud Beureueh sendiri.

“Yayasan sudah lama berdiri dan langsung didirikan oleh Almarhum Tgk Muhammad Daud Beureueh sejak tahun 1979 dan SK kepengurusan dikeluarkan pada tahun 1981. Artinya Yayasan tidak ilegal dan sudah sesuai dengan hukum,” terangnya.

Kata Rinaldi, dirinya menjadi pengurus Masjid sejak tahun 2003 hingga 2012. Selama menjadi pengurus, sebutnya, tidak pernah ada protes dari warga sama sekali hingga akhir 2012 dirinya habis masa kepengurusan.

“Pada tahun 2017 saya kembali menjabat sebagai Ketua Umum pengurus Masjid yang di SK kan Ketua Yayasan Hasbi Abdullah,” terangnya.

Jika hari ini ada yang tidak senang dengan kepengurusan Yayasan, sambung dia, pihaknya tidak mengetahui apa alasannya.

Sebelumnya, rapat membahas pelantikan pengurus Yayasan di Masjid Baitul A’la Lilmujahidin Beureunuen (masjid Abu Beureueh), Kabupaten Pidie, Selasa (27/3) berakhir dengan kisruh.

Rapat tersebut dihadiri oleh panitia pembangunan Masjid dan pengurus Yayasan pendidikan yang berada di komplek Masjid tersebut. Rapat yang berlangsung sekira pukul 15.00 Wib itu, juga dihadiri oleh mantan gubernur Aceh Dr Zaini Abdullah selaku pihak yayasan.

Akibat kekisruhan tersebut, Abu Doto sapaan Zaini Abdullah, terpaksa dievakuasi oleh aparat Kepolisian dari jajaran Polres Pidie dengan menggunakan barracuda.()

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh