MTQMN XIV di Kampus UI, Jakarta. [Foto: Saman UI]

Tanda #BanggaJadiUnsyiah pun jadi ramai dikicau pengguna twitter. Ada apa?

Istilah “Bangga Jadi Unsyiah” dalam sepekan terakhir mendadak ramai di beranda media sosial twitter. Dari pantauan wartawan Pikiran Merdeka di twitter, tanda tagar tersebut pertama sekali bermunculan pada 7 Agustus.

Hari itu, twitter Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Syiah Kuala dengan nama akun @Warta_Unsyiah berkicau tentang keberhasilan universitas yang berdiri pada 2 September 1961 itu mendapat akreditasi “A” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

“Alhamdulillah Universitas Syiah Kuala mendapatkan akreditasi “A” dari BAN-PT. 2009 masih C, ini kerja keras kita semua. Simak beritanya!” tulis @Warta_Unsyiah, Jumat 7 Agustus.

Lantas akun twitter Humas Unsyiah itu menuliskan sejumlah kicauan dengan mencantumkan berita dari media massa terkait perolehan akreditasi “A” kampus hijau itu. Hanya saja, kicauan terkait keberhasilan mendapat akreditasi “A” tidak begitu mendapat sambutan yang ramai dari pengguna twitter.

Masih di hari yang sama, datang kabar bahwa Universitas Syiah Kuala sukses meraih peringkat juara 2 Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) XIV yang berlangsung di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jakarta, 1-8 Agustus 2015. Kabar ini bermula dari kicauan akun @MTQMN14 yang menulis, juara kedua MTQMN14 adalah Universitas Syiah Kuala.

Kicauan akun resmi MTQ Mahasiswa Nasional itu kemudian disambut kicauan “Alhamdulillah. #BanggaJadiUnsyiah” oleh akun twitter Warta Unsyiah. Informasi keberhasilan kafilah Unsyiah ini kemudian mendadak ramai di timeline twitter. Twit demi twit dengan tagar “Bangga Jadi Unsyiah” pun bermunculan.

Kepala Humas Unsyiah, Dr Ilham Maulana, Sabtu (15/8) saat dikonfirmasi oleh wartawan Pikiran Merdeka menyebutkan pihaknya sangat senang atas pencapaian juara 2 MTQMN XIV oleh kafilan Unsyiah.

Sebelumnya pada saat pelepasan kafilah yang berlangsung di Balai Senat Unsyiah, Rabu (29/7), Rektor Unsyiah sempat menjanjikan bebas uang kuliah kepada peserta yang berhasil meraih juara pada MTQMN XIV. “Rektor memang pernah janji akan beri bebas spp untuk juara MTQ, namun belum dirincikan apakah semua juaranya atau juara 1 saja. Dan untuk berapa lama bebas spp-nya,” sebut Ilham. Kepastiannya mungkin dalam waktu dekat, tambahnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari panitia MTQMN XIV, dari Unsyiah terdapat empat peserta yang berhasil meraih juara pada cabang yang dilombakan. Dua di antaranya berhasil menempati peringkat terbaik I yakni cabang Tartil Al Qur’an dan cabang Khath Al Qur’an. Sisanya di urutan Harapan I yaitu cabang Tilawah Al Qur’an dan cabang Fahmil Al Qur’an atas nama grup.

1. Cabang Tilawah – Munzirin – Harapan I
2. Cabang Tartil – Julian Firdaus – Terbaik I
3. Cabang Fahmil – Grup – Harapan I
4. Cabang Khath – Syahrul Mubarraq – Terbaik I

Peserta MTQMN XIV dari Unsyiah yang sukses meraih terbaik I cabang Tartil Al Qur’an, Julian Firdaus, Sabtu (15/8), menyambut baik atas janji pihak rektorat untuk memberikan penghargaan berupa bebas biaya kuliah kepada peraih juara di MTQ. Sebab penghargaan yang diberikan jelas dan tepat langsung penggunaannya untuk kepentingan kuliah.

Hanya saja, sebut Julian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan kembali dari bentuk pemberian penghargaan tersebut, misalkan kepada mahasiswa yang telah mendapatkan beasiswa. “Saya sendiri adalah mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi, uang spp kuliah saya sudah ditanggung dari beasiswa tersebut sejak masuk kuliah hingga selesai,” ujar pemuda yang mengantongi nilai 97,67 ini.

Jadi, menurutnya, tanpa penghargaan gratis uang spp dua semester itupun, spp dirinya memang sudah gratis. “Dua tahun lalu saya juga alhamdulillah mendapat juara 3 cabang tahfidz 2 juz pada MTQMN XIII di Padang. Jadi untuk penghargaannya saya sama sekali tidak dapat apa-apa,” jelas Julian.

Sedangkan atas kesuksesan dirinya meraih terbaik I pada MTQMN XIV, Julian yang tahun ini mengaku akan selesai kuliah berharap agar pihak kampus ada inisiatif lain yang dapat diberikan kepada peraih juara sebagai bentuk penghargaan.

Pada pergelaran yang ditutup oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Prof Mohammad Nasir, Jumat (7/8), para juara Terbaik I, II, III serta Harapan I, II, III dari tiap cabang lomba secara berturut-turut meraih uang tunai senilai Rp 7.500.000; Rp 6.000.000; Rp 5.000.000; Rp 2.500.000; Rp 1.500.000; dan Rp 1.000.000 serta piala dan sertifikat.

MTQMN adalah sebuah perlombaan tingkat nasional yang diselenggarakan Dikti setiap dua tahun sekali. Tahun ini penyelenggaraan MTQMN XIV di UI diikuti oleh 168 universitas dan terdiri dari serangkaian kegiatan lomba membaca, menghafal, mensyarah Al Qur’an serta berbagai jenis perlombaan mengenai kandungan Al Qur’an. Unsyiah sendiri mengirimkan 25 mahasiswa pada MTQ yang kemudian disambut ramai dengan tanda #BanggaJadiUnsyiah di twitter.

Laporan ini telah dipublikasikan di Tabloid PIKIRAN MERDEKA, edisi 86, 18-23 Agustus 2015

[PM007]

Komentar