ILUSTRASI

PM, Aceh Tenggara – Tokoh agama dan masyarakat di Aceh Tenggara, meminta aparat Kepolisian gencar melakukan razia dan menindak tegas penjualan petasan sebelum datangnya bulan suci Ramadhan 1439 Hijriyah tahun 2018 Masehi.

“Untuk menciptakan suasana yang kondusif selama pelaksanaan ibadah puasa yang hanya tinggal 3 hari lagi, kita minta aparat Polres Aceh Tenggara lebih gencar lagi melakukan razia dan memberantas petasan,” ujar pimpinan pondok pesantren modern Tarbiyah Auladil Muslimin H.M Hatta Bulkaini kepada PIKIRANMERDEKA.CO, Senin (14/5).

Sebab, kata dia, suara petasan/mercun kerap kali mengganggu kenyamanan umat Islam saat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan. “Khususnya saat shalat terawih/witir serta tadarus Quran,” sebut Tgk.Hatta.

Hal senada juga diutarakan Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Sepakat-segenap (STAISES) Kutacane, Dr (can) Sufian Husni. Demi terciptanya suasana aman dan nyaman di bulan ramadhan,Ia juga meminta aparat penegak hukum setempat lebih tegas dalam menindak dan memberantas peredaran petasan.

“Sebab semua umat Islam sangat berharap agar di bulan yang penuh berkah itu mereka dapat melaksanakan ibadah khususnya saat salat tarawih, witir dan tadarus Quran tanpa adanya gangguan keamanan,” ucap Sufian.

Terpisah, Kapolres Aceh Tenggara AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi, menyatakan pihaknya telah mengantisipasi beredarnya petasan/mercon termasuk miras dan tuak jelang bulan suci ramadhan 1439 H.

“Sejak beberapa hari lalu saya sudah perintahkan kepada para Kapolsek di Agara terutama di Pos perbatasan Lawe Pakam untuk rutin melakukan razia terhadap petasan, miras serta penyakit masyarakat lainnya,” terang Gugun.

“Insya Allah tindakan tersebut dapat menciptakan rasa aman dan tentram bagi umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa nantinya. Bila masih juga tetap ada ditemukan petasan saat puasa nanti maka akan kita tindak tegas,” ungkap Gugun.()

Komentar

AdvertisementIklan Selamat Hari Raya Idul Adha BPKA