Intip Data Pengguna, Google Dituntut Rp71,9 Triliun

google ilst
Ilustrasi google. [IStockphoto]

Pengadilan California memutuskan Google harus menghadapi gugatan kelompok atau class action karena mode incognito pada browsernya disebutkan masih mengumpulkan data pengguna.

Dikutip dari TheVerge, Minggu (14/3/2021), gugatan ini bermula ketika tiga pengguna mengajukan tuduhan pada Juni lalu yang menyebut Google masih mengambil data dari mode Incognito.

Atas tuduhan ini, Google dituntut setidaknya 5 miliar dolar AS atau setara Rp71,9 triliun.

Saat itu, Google berusaha agar kasus ini dibatalkan. Namun hakim distrik Amerika Serikat, Lucy Koh menetapkan perusahaan tidak memberi tahu pengguna atas dugaan pengumpulan data ketika browsing menggunakan mode Incognito.

Dalam gugatan ini, Google menyatakan bahwa mode Incognito bukan berarti tidak terlihat. Ketika pengguna menjalankan mode itu pada situs yang dikunjungi, maka layanan iklan akan tetap tampil dalam situs.

Juru Bicara Google, Jose Castaneda mengatakan bahwa Google akan siap menghadapi tuntutan sekaligus menolak gugatan. Dia menambahkan, mode Incognito dimaksudkan agar data pengguna tidak disimpan di browser atau perangkat ketika mereka berselancar di internet.

“Seperti yang kami nyatakan dengan jelas, setiap kali Anda membuka tab incognito baru, situs web mungkin dapat mengumpulkan informasi tentang aktivitas browsing selama sesi,” jelas Jose Castaneda.

Sumber: Suara.com

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

WhatsApp Image 2025 07 22 at 08.42.26 a3ca632c
Bagian dari mesin voting elektronik pertama di dunia yang digunakan dalam badan legislatif di Amerika Serikat. Alat ini dipamerkan di Wisconsin State Capitol, gedung pusat pemerintahan Wisconsin, salah satu negara bagian AS. [Foto: Akbar Rafsanjani]

Kabel-Kabel yang Menjerat Demokrasi

palestina
Pemuda Palestina mengibarkan bendera Palestina selama protes anti-Israel atas kekerasan lintas batas antara militan Palestina di Gaza dan militer Israel, dekat pos pemeriksaan Hawara dekat Nablus di Tepi Barat yang diduduki Israel, 18 Mei 2021. (Foto: REUTERS)

Dua Raja Sepakati Palestina Merdeka di Sidang Majelis PBB