Ketua Umum Partai Golkar terpilih Aburizal Bakrie dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai terpilih Akbar Tandjung bersama anggota formatur dan Ketua DPD I Golkar saat Munas IX Golkar di Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12/2014). Ical, sebutan Aburizal Bakrie, terpilih secara aklamasi untuk memimpin Golkar periode 2014-2019.|Kompas.com

Partai Golkar dan PPP masih memilih wait and see terkait arah koalisi mereka pada Pilkada Aceh 2017.

Beberapa partai sudah menunjukkan arah koalisi dalam Pilkada 2017, namun sebagian lainya masih belum punya sikap. Partai Golkar misalnya, partai pemilik 9 kursi di DPRA ini hingga kini masih menggantungkan keputusannya. Padahal, sebelumnya TM Nurlif yang notabenenya Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Aceh sudah menyatakan akan maju sebagai Balon gubernur.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Kamaruzzaman mengatakan pihaknya masih menunggu hasil survei yang akan dipublis pada Juli nanti, setelah Idul Fitri.

Kamaruzzaman mengatakan saat Rakerda Partai Golkar beberpa waktu lalu Nurlif sudah mendeklarasikan diri akan maju dalam Pilkada 2017. Menurut dia, Nurlif sudah dipastikan akan ikut meramaikan Pilkada mendatang.

Meski begitu, kata dia, Golkar masih mengkaji kembali apakah kader partai beringin itu nantinya akan mengisi posisi Cagub ataupun Cawagub. “Kita masih lihat perkembangan politik dan kita tunggu hail surveinya seperti apa? Masih terbuka kemungkinan untuk posisi gubernur dan wakil gubernur,” ungkap Kamaruzzaman, Sabtu, 18 Juni 2016.

Kamaruzzaman menuturkan, Partai Golkar terus membangun komunikasi dengan seluruh partai pemilik kursi di DPRA. Meski belakangan sejumlah Parpol dikabarkan sudah mententukan sikap untuk mengusung salah satu calon, namun dirinya tak khawatir Golkar akan tinggal sendirian.

“Meskipun di medsos tersebar informasi bahwa beberapa partai sudah mendukung calon, seperti Demokrat ke Irwandi, NasDem ke Tarmizi Karim, namun masih kita tunggu sikap resmi partai tersebut. Karena, dalam politik semua kemungkinan bisa terjadi,” ungkap pria yang juga menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh ini.

Karena tak memiliki cukup kursi, Kamaruzzaman sadar bahwa Golkar tak bisa usung kader sendiri tanpa koalisi di Pilkada nanti. Kecuali Partai Aceh, semua partai harus koalisi karena tak punya cukup kursi di Parlemen Aceh

“Arah koalisi kita belum mengerucut ke partai ini dan partai itu. Kita tidak ingin sampaikan partai mana karena tidak ingin ada ketersinggungan dengan partai manapun karena klaim-klaim. Masih terbuka kemungkinan dengan partai manapun dan posisi apapun,” pungkasnya.

Sementara itu, hal yang sama juga berlaku di Partai Persatuan Pembangunan. Partai yang baru saja menyelesaikan kisruh internal ini bahkan belum memulai tahapan penjaringan di internal partai.

Ketua DPW PPP Aceh Amri M Ali mengatakan hingga kini partainya belum menentukan sikap untuk mendukung calon gubernur manapun. Ia juga menolak jika diberitkaan bahwa PPP sudah menetapkan dukungan kepada salah satu kandidat.

Kata Amri, PPP tak bisa mengusung kader sendiri dalam Pilgub mendatang. Oleh sebab itu, PPP akan mengusung salah satu nama-nama Cagub yang sudah bermunculan. “Kami tak punya kader sendiri yang bisa diusung menjadi Cagub,” ujar Amri M Ali, Sabtu pekan lalu.

Amri menuturkan, partainya akan menjalankan tiga langkah sebelum menyatakan dukungan. Pertama, menyerap aspirasi dari pengurus cabang. Para pengurus dan kader di akar rumput akan dimintai pandangannya tehadap para kandidat yang sudah bermunculan. Yang kedua, kata Amri, mereka masih menunggu arahan DPP di Jakarta.

“DPP tentu punya pandangan siapa calon nyang dapat membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dan dapat bekerja bersama-sama dalam membangun Aceh,” ungkap pria yang kerap disapa Teungku Amri ini.

Ia melanjutkan, hal ketiga yang menjadi catatannya adalah program apa saja yang ditawarkan oleh setiap calon dalam memimpin Aceh ke depan. Menurut dia, hal itu penting diketahui untuk menilai kesamaan visi calon tersebut dengan PPP. “Ini juga untuk melihat komitmen calon tersebut,” sambung dia.

Tgk Amri menjelaskan, calon yang di usung PPP nantinya harus mempu berkolaborasi dengan partai. Baik sejak terpilih hingga mampu menjalankan pemerintahan sesuai dengan ideologi PPP. “Tidak lama lagi, kita akan tentukan sikap,” tandasnya.[]

Komentar