Pasangan Tarmizi - Zaini
Pasangan Tarmizi - Zaini

Gencar menggalang tambahan dukungan, Partai NasDem hampir dipastikan mengusung Tarmizi Karim dan Zaini Djalil sebagai Cagub dan Cawagub Aceh di Pilkada 2017.

Bulan Juni memberikan berbagai kejutan dalam perpolitikan di Aceh. Sejak Muzakir Manaf memilih Teuku Al Khalid dari Partai Gerindra sebagai bakal calon wakilnya, 1 Juni lalu, sejumlah partai lain mulai menentukan sikap. Selain Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sudah menyerahkan dukungan resmi ke Muzakir Manaf alias Mualem, praktis sejumlah partai pemilik kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mulai berpikir realistis. Mereka mulai menjauh dari Partai Aceh (PA).

Dua pekan kemudian, kabar Partai Demokrat dan Partai Damai Aceh (PDA) bakal mengusung Irwandi Yusuf sebagai bakal calon (Balon) gubernur muncul. Duet Irwandi-Nova Iriansya disebut-sebut tinggal menunggu waktu pendeklarasiannya saja. Peta koalisi Parpol pun semakin jelas arah dukungannya menghadapi Pilkada 2017.

Seakan tak mau hanya ikut mendukung tanpa dapat kompensasi apapun, sejumlah partai yang sebelumnya begitu mesra dengan PA dalam Koalisi Aceh Bermartabat (KAB) di DPRA, kini memilih berkoalisi dengan partai lain. Partai NasDem juga hampir pasti akan mengusung Tarmizi Karim. Persetujuan lisan Surya Paloh sudah diperoleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) itu.

Baca: Sinyal Restu Paloh Untuk Tarmizi

Ilustrasi foto Surya Paloh Dukung Tarmizi A Karim.
Ilustrasi foto Surya Paloh dan Tarmizi A Karim.

Sebelumnya, banyak pihak mulai meragukan Tarmizi Karim akan diusung Parnas. Hal ini terlihat dari berberapa partai yang pernah diklaim Tarmizi, satu persatu membantahnya. Bahkan, Partai Demokrat dengan Ketumnya yang dikenal dekat dengan Tarmizi, telah mengusung Irwandi. Tentu, kabar penunjukan Tarmizi menjungkalkan prediksi sejumlah pihak. Namun, jika mau dirunut ke belakang, dipilihnya Tarmizi oleh NasDem mungkin sudah terlihat sejak Zaini Djalil menghadiri deklarasi di rumah Tarmizi Karim pada akhir tahun lalu. Kala itu, Zaini juga didapuk memberikan kata sambutan dalam acara yang berlangsung di kediaman Tarmizi Karim.

Kini, dengan munculnya berbagai pasangan calon, warna politik di Aceh semakin menarik. Sebelumnya, dari jalur indpenden, sudah muncul pasangan Zakaria Saman dan Teuku Alaidinsyah. Selanjutnya PA-Gerindra yang akan mengusung Muzakir Manaf dan TA Khalid. Ditambah dengan Irwandi dan Nova Iriansyah yang diusung koalisi Partai Demokrat-Partai Nasional (PNA)-Partai Daulat Aceh(PDA). Lalu Tarmizi Karim dan Zaini Djalil yang tengah dipersiapkan NasDem, menambah jumlah pasangan yang muncul.

Selain itu, deklarasi pasangan Zaini Abdullah dan Nasruddin dari jalur perseorangan sepertinya tinggal menunggu waktu. Pasangan ini sudah ramai dibicarakan akan terealisasi dalam beberapa pekan ke depan. Abu Doto, sapaan akrab Zaini Abdullah, adalah kandidat pertahana. Sedangkan Nasruddin yang juga Bupati Aceh Tengah, kini ia sedang menyisakan sisa periode keduanya.

Patut kita tunggu bagaimana arah politik partai lain yang belum menetukan sikap, seperti Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) maupun Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Dalam hal ini, Golkar yang sudah mendeklarasikan akan mengusung kadernya yang juga Ketua DPD II Golkar Aceh, TM Nurlif, kini belum ada kepastian apakah bisa maju sebagai Cagub, atau menerima porsi posisi Cawagub. Ataupun Nurlif dan Golkar tak mendapat teman koalisi sehingga harus ikut mendukung pasangan lainnya.

Dalam politik, semua bisa terjadi dan dapat berubah kapan saja. Kita tunggu saja dalam sebulan ke depan bagaimana komposisi partai pendukung masing-masing pasangan calon. Tentunya, semakin banyak calon yang muncul, semakin memberikan banyak pilihan kepada masyarakat dalam memilih calon pemimpin Aceh ke depan.[]

Komentar