Kegiatan sosialisasi dan edukasi pengelolaan lingkungan hidup oleh DLHK3 Banda Aceh.

Setelah dicanangkan menjadi Gampong Layak Anak (GLA) oleh Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman beberapa waktu lalu, kini Gampong Peurada telah divisitasi tim juri menjadi salah satu nominasi Gampong Sehat Gemilang (GSG).

Indikator GSG, diantaranya harus memiliki sanitasi lingkungan yang bersih, asri, indah, dan perilaku menjaga lingkungan yang baik. Upaya menjadikan Gampong Peurada menjadi gampong sehat salah satunya ditempuh melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi pengelolaan lingkungan hidup dengan tema “Menjaga lingkungan wujud perilaku Islami untuk mewariskan bumi yang sehat bagi generasi masa depan”.

Acara ini diikuti lebih dari 40 peserta dan dibuka oleh Keuchik Gampong Peurada, H. Marzuki Ibrahim, SE.Ak, M.BA. Narasumbernya Ir. Rama Herawati, MP. dan Cut Safarina Yuianti, ST., MM., MT. dari DLHK3 Banda Aceh. Kedua narasumber dipandu oleh moderator Dr. Sulastri, M.Si. selaku Ketua Tim Penggerak PKK Gampong Peurada.

Marzuki Ibrahim dalam sambutannya menghimbau peserta untuk dapat mengamalkan apa yang diperoleh dari kegiatan ini. Demi terwujudnya Gampong Peurada sebagai gampong yang bersih, ramah lingkungan dan juga sebagai ibadah, amanah dari Allah SWT untuk menjaga bumi. Manusia adalah khalifah di muka bumi yang kelak akan Allah mintakan pertanggungjawabannya.

Rama Herawati selaku pegiat lingkungan turut mengajak peserta mengurus sampahnya sendiri mulai dari sumbernya ia mengingatkan motto “sampahku milikku”. Herawati merupakan sosok yang dikenal sebagai pionir relawan patroli sampah.

Dia telah menggugah 50-an warga Peurada yang terdiri dari ibu-ibu PKK, tokoh masyarakat, dan pemuda-pemudi Gampong Peurada untuk berkomitmen menjaga lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah organik dan non-organik. Perilaku tersebut telah ia terapkan sendiri dan bukan hanya ucapan saja.

Kemudian Cut Safarina menjelaskan regulasi dan upaya-upaya yang telah ditempuh DLHK3 untuk menjadikan Banda Aceh bebas dari sampah. Gampong Peurada yang sudah memiliki Depo Waste Collecting Point, dinilai oleh DLHK3 progresnya berjalan baik.

Ke depan diharapkan dapat terus berproses untuk menjadi lebih baik dan dalam waktu dekat akan divisitasi oleh tim juri adipura untuk dinilai capaiannya. Acara ini kemudian ditutup dengan lucky draw. Peserta yang dapat menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah tumbler botol yakni botol minuman yang dapat dipakai sehari-hari. Hal ini untuk membiasakan warga membawa wadah minuman minuman sendiri dan menghindari pemakaian plastik sekali pakai.

Pada akhir kegiatan semua peserta meninggalkan ruangan tanpa ada sampah yang ditinggalkan. Ini wujud praktek nyata dari edukasi kegiatan tersebut.

Komentar

AdvertisementPemutihan pajak Kenderaan di Aceh