Disebut Kota Intoleran, Walikota Banda Aceh Protes Keras Setara Institute

Aminullah Usman Walikota Banda Aceh
Aminullah Usman Walikota Banda Aceh

PM, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman geram dengan hasil survei yang dilakukan oleh Setara Institute, yang menyebutkan Kota Banda Aceh daerah yang indeks toleransinya terendah nomor dua di Indonesia.

Menurutnya, hasil survei itu dapat merugikan Kota Banda Aceh, yang tengah menggalakkan pembangunan di sektor pariwisata halal. Setara Institute dinilai telah membuat survei yang tidak masuk akal, tidak memiliki data yang akurat, serta minim indikator.

Sejauh ini, kata dia, di Kota Banda Aceh tidak pernah terdengar ribut-ribut soal perbedaan agama. Semua hidup rukun, berdampingan dan saling menghormati.

“Kita tidak pernah mendengar di Banda Aceh ada ribut-ribut soal agama, maka saya protes keras survei itu, karena merugikan bagi Banda Aceh,” kata Aminullah kepada wartawan usai melantik Kepala Desa Pineueng, pada Selasa 11 Desember 2018.

Dia akan berkonsultasi dengan kuasa hukum pemerintah kota, untuk mengambil tindakan atas hasil survei itu. Termasuk, menanyakan indikator yang digunakan oleh Setara Institute.

“Nanti, kita panggil kuasa hukum kita, untuk membicarakan langkah selanjutnya. Kita juga meminta pada Setara Institute untuk menginformasikan indikator survei,” ujarnya.

Secara geografis Kota Banda Aceh terletak di ujung Pulau Sumatera memiliki luas 61,36 kilometer persegi. Di daerah ini, juga terdapat tiga gereja, dua vihara, dan satu kuil.

Aminullah juga meminta Setara Institute untuk turun ke Banda Aceh, kemudian menanyakan bagaimana hidup kerukunan umat beragama di Aceh pada masyarakat yang non-muslim.

“Banyak yang bukan agama muslim di sini tetap hidup, bisa ditanyakan langsung sama mereka (non-muslim),” katanya.

Sebelumnya, Setara Institut memberikan penghargaan terkait Indeks Kota Toleran atau IKT 2018. Setara melakukan kajian dan pemeringkatan terhadap 94 kota yang masuk dalam hal isu promosi dan praktik toleransi yang dilakukan oleh pemerintah-pemerintah kota.

Dalam hal itu, Kota Singkawang berada di peringkat satu dengan skor 6.513 disusul dengan Kota Salatiga. Sementara itu, Kota Banda Aceh di posisi terendah dengan peringkat 93 dengan skor 2.830 atau berada di bawah Kota Jakarta yang di peringkat 92. 

Sumber : Viva

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Acara ini digelar di Ruang Konferensi Pers Gedung KPK, Jakarta, dan menghadirkan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK, Agung Yuda Wibowo, sebagai pembicara utama Kamis (12/12/2024) . Foto: Istimewa
Acara ini digelar di Ruang Konferensi Pers Gedung KPK, Jakarta, dan menghadirkan Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK, Agung Yuda Wibowo, sebagai pembicara utama Kamis (12/12/2024) . Foto: Istimewa

Lhokseumawe Bertekad Wujudkan Tata Kelola Bebas Korupsi

ace9fb37 62e0 4fc8 9860 4da002e220001
Forkopimcam Darul Kamal bersama tokoh dan masyarakat berziarah dan doa bersama ke Makam Tgk Chik Empee Trieng, salah satu ulama besar di Aceh, Kamis (16/3/2023). [Dok. Ist]

Jelang Ramadhan, Warga Ziarah ke Makam Tgk Chik Empee Trieng

65832555 680b 4aa8 9f13 aa999280f94d
Pj Gubernur Aceh, Bustami Hamzah menyapa Muhammad Ramadhan, seorang remaja penderita lumpuh yang berusia 24 tahun. Pemerintah Aceh bersama Bank Aceh Syariah lantas menyerahkan bantuan satu unit becak untuk Abdul Azis, ayahnya, untuk operasional pengobatan. [Dok. Istimewa]

Pj Gubernur Aceh Serahkan Bantuan Becak untuk Operasional Pengobatan Penderita Lumpuh