PM, Singkil – H Tamiruddin Lingga kabarnya resmi dipecat dari ketua DPW Partai Aceh kabupaten Aceh Singkil oleh Dewan Pimpinan Aceh (DPA) partai tersebut. Pemecatan itu mengacu SK Nomor 02/KPTS-DPA/VII/2018 yang ditandatangani oleh ketua Umum H Muzakkir Manaf dan Seketaris Jenderal H Kamaruddin Abu Bakar.

Tamiruddin yang merupakan anggota DPRK Agara aktif periode 2014-2019 itu kini digantikan oleh Sarbaini sebagai Plt ketua DPW PA, yang didampingi Irwansyah Putra S.Pd sebagai Plt Seketaris dan Masudin A.Md sebagai Plt Bendahara.

Pemecatan Tamiruddin dari ketua DPW PA Aceh Singkil disebut-sebut karena ia tidak mampu mengkoordinir bakal calon legislatif di setiap daerah pemilihan yang ada di kabupaten Aceh Singkil. Hal itu lantas membuat pengurus pusat partai itu kecewa dan langsung menggantikannya dengan kepengurusan DPW PA yang baru.

“Itu hak DPA, Soal itu saya tidak mau berkomentar panjang,” katanya menanggapi konfirmasi dari media ini, Selasa (24/7) di Rimo Kecamatan Gunung Meriah.

Namun Tamiruddin meragukan keaslian dari surat pemecatan tersebut. Ia menduga surat itu rekayasa dari segelintir pihak yang ingin menjatuhkannya. Apalagi, saat ini Tamiruddin tengah menyiapkan diri untuk maju sebagai caleg DPRA di Pileg 2019 mendatang.

“Itu yang mengganjal dalam hati saya, takutnya itu hanya rekayasa. Pasalnya setahu saya Partai PA tidak seperti itu, karena jika benar pasti mengabari saya melalui sambungan telpon. Ini kan nggak, suratnya tiba-tiba sudah ada di rumah,” paparnya.

Mengenai penilaian DPA terhadap kegagalannya mengirim bacaleg, Tamiruddin membantahnya. Ia mengaku selama ini sudah berusaha semaksimal mungkin membantu pengurusan bacaleg PA di Aceh Singkil.

“Saya dan Aminullah (Anggota DPRK dari PA) beri dana Rp 22 juta kepada seluruh Sagoe untuk pengurusan bacaleg setiap dapil, kami berikan itu melalui Seketaris dan Bendahara,” tukas Tamiruddin.

Sementara alasannya tidak terlibat langsung untuk mengurusi bacaleg di setiap dapil itu, salah satunya disebabkan kesibukannya di DPRK.

“Saya banyak kegiatan di DPRK, saya juga ada kesibukan untuk mengurus berkas bacaleg DPRA makanya saya dan Aminullah percayakan kepada sagoe kecamatan,” timpalnya.

Kendati merasa telah dizalimi oleh pengurus partai, namun Tamiruddin mengaku tidak ingin terlalu mempersoalkannya.

“Karena saya cinta Partai Aceh, dan saya akan buktikan bisa membesarkan partai ini di 2019 mendatang,” kata dia.

Pemecatan itu lantas mengancam posisi  Tamiruddin yang bisa saja gagal maju sebagai caleg DPRA. Namun ia kembali membantah hal tersebut.

“Tahapan bacaleg sudah saya lalui seperti tes mampu baca Alquran dan berkas lainnya, artinya sebelum keluar dari Daftar Calon Sementara (DCS) dari KIP Aceh, saya beranggapan tetap calon DPRA,” pungkas Tamiruddin. []

Reporter: Putra

Komentar