FGD Partai Islam Aceh Foto Acehimage
Kegiatan diskusi kelompok terfokus (Focus Group Discussion) yang diselenggarkan Partai Islam Aceh, Sabtu (9/1/2021). (Foto/Acehimage)

PM, Banda Aceh – Partai Islam Aceh (PIA) dideklarasikan sebagai partai politik lokal baru di Aceh dan siap mewarnai kontestasi pemilu mendatang. Ketua PIA, Bustami Usman memastikan hal tersebut saat menggelar diskusi terfokus pada Sabtu (9/1/2021) Grand Lambhuk Hotel Banda Aceh.

Diskusi dalam rangka sosialisasi dan menjaring masukan dari berbagai elemen masyarakat itu dibuka oleh Ketua Ahlul Halli Wal ‘Aqdhi PIA, Hasbi Abdullah didampingi Ketua Mahkamah Partai, Sofyan M Saleh. Kegiatan itu menghadirkan pembicara akademisi UIN Ar-Raniry dan juga antropolog, Kamaruzzaman Bustamam Ahmad.

Diikuti sekitar 50 peserta, terdiri atas internal PIA dan perwakilan parpol lokal. Diikuti juga para politisi, organisasi mahasiswa, perempuan, ulama, media dan LSM.

Sebagai parlok baru, Adnan mengatakan, PIA harus secepat mungkin menyesuaikan diri dengan kondisi kekinian. Dalam FGD tersebut banyak masukan, harapan dan persepsi masyarakat tentang parpol Islam lokal di Aceh, “termasuk membahas peluang dan tantangannya,” kata Adnan.

“Kami berharap kehadiran PIA dapat membawa warna baru di kancah perpolitikan Aceh khususnya. Selain itu menjadi alternatif dan sarana bagi masyarakat yang ingin menyalurkan aspirasinya,” terangnya lagi.

Ketua Umum PIA, Bustami Usman mengatakan visi partainya itu adalah sebagai partai pelopor untuk terwujud dan tegaknya Dinul Islam di Aceh secara kaffah.

“PIA juga sebagai wadah pendidikan politik bagi masyarakat, artikulator dan aspirator kepentingan masyarakat di Aceh. Selain itu sarana memperjuangkan demokrasi, hak asasi manusia dan kemaslahatan umat,” jelas Bustami lagi.

Dengan kemunculannya, menurut antropolog Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, PIA ditantang untuk mampu mengambil suara dari pemilih milenial yang mencapai 40 persen. Untuk itu, partai itu harus menawarkan transformasi strategis agar Aceh bisa keluar dari kemelut dan masalah yang saat ini terjadi.

“Dalam tatanan global PIA juga harus banyak berbuat. Masyarakat sekarang sangat cepat merespon isu nasional dan global,” sebut Kamaruzzaman. []

Komentar