Banda Aceh—Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, akan membuka lahan perkebunan kelapa sawit seluas 260 hektare dari dana APBK tahun 2012 sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Aceh Barat Teuku Helmi di Meulaboh, Selasa mengakatan, program penanaman kelapa sawit dengan dana APBK tersebut baru tahun ini dicoba sebagai upaya menyahuti keinginan rakyat.

“Selama ini kita membangun sektor perkebunan kelapa sawit dengan bantuan dana dari Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) sejak tahun 2005. Baru tahun 2012 ini kita mencoba sahuti dengan dana daerah,” katanya.

Sebut Helmi, lokasi lahan di Kabupaten Aceh Barat selain sangat berpotensi perkembangan sektor perkebunan karet, untuk kelapa sawit juga tidak kalah apabila dicoba upayakan melalui dana daerah.

Sebutnya, adapun kawasan yang sudah dirancang penanaman bibit kelapa sawit tersebut di beberapa kecamatan yakni, Kaway XVI, Panton Reu, Bubon, Arongan Lambalek dan Kecamatan Woyla.

Kawasan tersebut merupakan daerah sangat strategis dengan letak geografis dan ketersediaan lahan mencukupi dan juga sudah melewati seleksi lahan oleh pemerintah daerah. “Kita sangat berhati-hati untuk pengembangan kelapa sawit dengan keterbatasan dana, karena ini dana daerah bukan dari pemerintah pusat seperti perkebunan karet,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, terkait dengan fokus pengembangan sektor perkebunan di Kabupaten Aceh Barat akan dilihat dari potensi dan ketersediaan lahan dimiliki, memang benar Aceh Barat sangat berpotensi perkebunan karet, namun tidak salah apabila dicoba kembangkan perkebunan sawit.

Lanjut Helmi, untuk luas perkebunan karet di wilayah bumi “Teuku Umar” saat ini sudah mencapai 10 ribu hektare lebih dan pengembangan perkebunan karet ini juga akan terus dikembangkan sebagai upaya menyejahterakan masyarakat.

Jelas Helmi, Pemerintah Aceh Barat terus merancang berbagai upaya mengembangkan sektor perkebunan di wilayah ini, sebab tanah Aceh Barat sangat prospek untuk perkebunan.

“Harapan kita dengan adanya pengembangan sektor perkebunan sawit ini lebih dapat menyejahterakan masyarakat, bukan hanya dari karet yang selama ini menjadi komoditas andalan,” imbuhnya.

Selain itu, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Aceh Barat juga memintakan masyarakat di wilayah ini tidak melakukan pembakaran lahan selama musim panas melanda.

Katanya, bilapun ada masyarakat yang menggarap lahan atau dalam upaya pembersihkan perkebunan tidak melakukan pembakaran, sehingga berdampak pada terjadinya kebakaran hutan lahan gambut. “Kami mengimbau masyarakat jangan ada yang membakar lahan gambut diperkebunan, karena kondisi saat ini begitu terik dan panas sehingga bisa memicu terjadinya kebakaran,” imbuhnya.[ant]

Komentar