Ilustrasi foto: Pemberdayaan pesantren di sektor peternakan. (Ist)

PM, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan memberdayakan seluruh pesantren yang ada di kabupaten itu untuk mandiri di bidang pertenakan, diantaranya pemenuhan kebutuhan komoditas daging dan telur ayam.

“Selama ini kita terus mengambil kebutuhan pasokan ayam dan telur dari Sumatera Utara, jadi bagaimana caranya kita meningkatkan produksi lokal tanpa harus bergantung pada distributor luar,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop), Dr. T Erwansyah, Sabtu (4/8).

Ia juga menjelaskan, pemberdayaan itu selaras dengan keinginan pemerintah untuk menciptakan pola ekonomi mandiri dan meningkatkan produksi lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar. Pihak Disperindag telah mempersiapkan hal ini usai membahasnya bersama unsur pemerintahan lain pada Senin lalu.

Dalam hal peternakan, lanjut Erwansyah , aalangkah baiknya perencanaan program bukan ditunjukan kepada kelompok swasta, melainkan keberadaan pesantren yang akan ditingkatkan. Para santri nantinya dibekali ilmu agar dapat mandiri meski sedang menempuh pendidikan.

“Tujuannya memberdayakan para santri, jadi saat mereka tidak ada lagi di pesantren mereka bisa mandiri sendiri,” katanya.

Gerakan ini juga untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, “Jika kita bisa mandiri untuk apa bergantung pada pihak lain,” pungkasnya.

Saat ini Disperindagkop sedang menyiapkan pematangan program untuk segera diajukan kepada Bupati Aceh Barat. []

Reporter: Aidil Firmasnyah

Komentar