Foto/Ist

PM, Banda Aceh – Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh menggelar pelatihan bordir bagi pengrajin Kota Banda Aceh di Sekretariat Dekranasda, Kota Banda Aceh, Senin (2/11/2020).

Kegiatan yang diikuti oleh 30 pengrajin produk kreatif ini akan berlangsung hingga 28 November mendatang. Acara dibuka langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Banda Aceh, Nurmiaty AR.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Banda Aceh, Mairul Hazami mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan usaha ekonomi menengah sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi pemuda.

“Kegiatan pelatihan bordir mukena dan juga bordir menggunakan komputer diharapkan dapat melahirkan pengusaha muda dalam indruksi kecil menengah, sehingga dapat membuka lapangan kerja,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Banda Aceh, Nurmiaty AR mengatakan, pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya penghasilan pelaku usaha di Kota Banda Aceh, sehingga pelatihan ini dibuat guna memprioritaskan pemulihan ekonomi UMKM.

“Pandemi Covid-19 telah berimbas pada lesunya perekonomian, namun hal ini tentunya tetap menjadi perhatian pemerintah dengan memprioritaskan pemulihan ekonomi UMKM,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nurmiaty mengatakan, pelatihan bordir ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perajin dalam menyiapkan produk bordir bernuansa motif Aceh.

“Kami berharap melalui pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan perajin dalam menyiapkan produk bordir bernuansa motif Aceh yang padukan dengan sulaman ulat sebagai upaya mengembangkan inovasi, sehingga dapat terwujudnya produk yang mempunyai daya asing,” katanya.

Selanjutnya, produk ini nantinya akan dipasarkan secara online sebagai solusi promosi selama pandemi.

“Di masa pandemi Covid-19 ini promosi secara online mungkin sebagai solusi yang tepat dalam memasarkan produk perajin, dimana jangkauannya lebih luas terlebih lagi produk yang kita siapkan mempunyai daya tarik tersendiri yang memikat konsumen,” ujarnya.


Reporter: Cut Salma

Komentar