Merusak Lingkungan, Pembangunan Jalan Malahayati Lhokseumawe

Merusak Lingkungan, Pembangunan Jalan Malahayati Lhokseumawe
Pembanguan jalan yang merusak lingkungan.

PM, LHOKSEUMAWE – Kontraktor pelaksana pembangunan Jalan Malahayati, Simpang Empat, Kota Lhokseumawe, persisnya di simpang Kantor Bupati Aceh Utara, merusak lingkungan. Pasalnya, puluhan pohon di pingir jalan tersebut tumbang akibat alat berat yang digunakan untuk pengerjaan jalan itu, Kamis (7/1/2016).

Amatan Pikiran Merdeka, kini puluhan pohon di pinggiran jalan itu berada dalam posisi miring dan kulitnya terkelupas.Sebagian dari pohon tersebut daunnya sudah terlihat layu menunggu mati.

Menurut seorang saksi mata warga setempat mengatakan, dia pernah mengingatkan operator alat berat yang mengerjakan jalan itu agar pohon yang berumur lebih kurang satu tahun itu jangan dirusak, karena pohon tersebut bermanfaat untuk penghijauan.

Namun, kata warga tersebut, pihak kontraktor tidak mengindahkannya. Malah dia mengatakan, pihaknya harus mengerjakan jalan tersebut sesuai dengan lebar jalan yang tertera di kontrak.

“Sejak pertama ditanam puluhan pohon tersebut ikut, saya rawat supaya rindang dan penghijauan,” sebut warga itu, yang mengaku rumahnya berada dipinggir jalan tersebut. [PM007]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PELATIHAN TENUN Pelatih pembuatan tenun dari ahli usaha tenun Datok Laksamana, Tanjung Pura Medan Sumatera Utara dengan disaksikan pejabat Disperindagkop dan UKM Aceh Selatan, sedang melatih perempuan setempat membuat sungket tenun motif khas Aceh Selatan di Balai Tenun Desa Arafah, Kecamatan Samadua, Selasa (6/10). Hendrik Meukek.
PELATIHAN TENUN Pelatih pembuatan tenun dari ahli usaha tenun Datok Laksamana, Tanjung Pura Medan Sumatera Utara dengan disaksikan pejabat Disperindagkop dan UKM Aceh Selatan, sedang melatih perempuan setempat membuat sungket tenun motif khas Aceh Selatan di Balai Tenun Desa Arafah, Kecamatan Samadua, Selasa (6/10). Hendrik Meukek.

Ekonomi Syariah Bisa Jadi Kekuatan Indonesia

Paskibra Lhokseumawe Protes, Minta Kejelasan Honor Liburan
Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang mengibarkan Bendera Merah Putih pada 17 Agustus 2015 lalu, berdemo ke Kantor Walikota Lhokseumawe untuk menuntut kekurangan honor dan uang liburan, Rabu, (26/08/2015). Foto: F Salim.

Paskibra Lhokseumawe Protes, Minta Kejelasan Honor Liburan