Panjat Dinding Saat Subuh, Empat Napi Berhasil Kabur

Panjat Dinding Saat Subuh, Empat Napi Berhasil Kabur
Panjat Dinding Saat Subuh, Empat Napi Berhasil Kabur

PM, Lhokseumawe – Empat narapidana (Napi) di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe berhasil kabur dengan cara memanjat dinding pagar lapas, Senin (03/02/2014) sekira pukul 05.20 WIB.

Kepala Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP) Indra mengatakan Napi tersebut kabur dengan memanjat dinding bekas bangunan dalam Lapas yang terbakar, lalu mengunakan dua buah broti sebagai jembatan untuk menyeberangi tembok Lapas.

Empat Napi yang kabur tersebut, yaitu Dedi Arman Rizki, 30, warga Desa Pining, Gayo Lues, kasus narkoba dengan hukuman 9 Tahun, Lukman Hakim Bin Alyasa, 19, warga Takengon, Aceh Tengah, hukuman 3 tahun, Helmiadi Bin Anwar, 23, warga Muara Batu, Aceh Utara, kasus narkoba hukuman 5 tahun, dan Saiful Bahri Bin Musa, 23, warga Jambo Aye, Aceh Utara, kasus susila dengan hukuman 4 tahun

“Keempatnya turun ke tembok luar Lapas mengunakan tali yang terbuat dari sambungan kain sarung,” kata Indra kepada pikiranmerdeka.com.

Indra mengaku pihaknya sudah melaporkan ke Kanwil Menkumham di Banda Aceh dan Polres Lhokseumawe.

Saksi mata yang pertama melihat pelarian empat napi tersebut adalah Abubakar, napi di Lapas setempat.

”Saya lihat ke empatnya sudah berada di atas tembok dengan memegang broti, lalu saya teriak membangunkan petugas jaga,” kata Abubakar. Dirinya mengaku tidak tahu lagi bagaimana kelanjuta pengejaran yang dilakukan petugas

Amatan pikiranmerdeka.com pagi tadi, sejumlah anggota polisiberjaga-jaga di Lapas Kelas II Lhokseumawe. Sementara sejumlah Sipir Lapas bahkan tidak tampak risau, mereka cuek saja seperti tidak ada kejadian apa-apa. (zal)

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Reruntuhan Tanah di Jalan Sawang Belum Dipindahkan
BADAN jalan yang menghubungkan antar gampong di Gunung gampong Trieng Meduro Tunong, tertimbun reruntuhan tanah, Minggu pekan lalu pasca wilayah itu diguyur hujan lebat. Sampai sepekan berlalu tumpukan tanah itu belum dipindahkan, sehingga mengganggu arus lalulintas masyarakat setempat. Hendrik Meukek.

Reruntuhan Tanah di Jalan Sawang Belum Dipindahkan

Ganja 2,5 Ton dan Sabu Dimunaskan
Pemusnahan barang bukti narkoba, Bireuen, Rabu (9/09/2015). Foto: Joniful Bahri.

Ganja 2,5 Ton dan Sabu Dimunaskan