Resmi Pimpin Gayo Lues, Suhaidi-Maliki Siap Dorong Ekspor dan Pertumbuhan Ekonomi

Gubernur Aceh Muzakir Manaf, mengambil sumpah jabatan dan melantik Suhaidi,S.Pd.M.Si sebagai Bupati Gayo Lues dan H. Maliki, SE. M.A.P sebagai Wakil Bupati Gayo Lues periode 2025-2030, pada Rapat Paripurna DPRK Gayo Lues, di Gedung DPRK Gayo Lues, Minggu, 16/2/20. Foto: Biro Adpim
Gubernur Aceh Muzakir Manaf, mengambil sumpah jabatan dan melantik Suhaidi,S.Pd.M.Si sebagai Bupati Gayo Lues dan H. Maliki, SE. M.A.P sebagai Wakil Bupati Gayo Lues periode 2025-2030, pada Rapat Paripurna DPRK Gayo Lues, di Gedung DPRK Gayo Lues, Minggu, 16/2/20. Foto: Biro Adpim

PM, Gayo Lues – Suhaidi dan H. Maliki resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues periode 2025-2030 setelah dilantik oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam Rapat Paripurna DPRK Gayo Lues, Minggu, 16 Februari 2025. Dengan pelantikan ini, keduanya mengemban amanah besar untuk membawa perubahan dan kemajuan bagi kabupaten yang dikenal dengan julukan “Negeri Seribu Bukit” tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh yang akrab disapa Mualem ini menekankan bahwa kepemimpinan Suhaidi dan Maliki harus berorientasi pada pelayanan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Ia mengingatkan agar mereka bekerja keras untuk menjawab kepercayaan yang telah diberikan rakyat dengan program-program yang nyata dan bermanfaat.

“Kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat harus dijawab dengan kerja nyata. Masyarakat menunggu perubahan dan perbaikan, bukan sekadar janji,” ujar Mualem.

Fokus Pembangunan Gayo Lues

Dalam pidatonya, Bupati Suhaidi menegaskan komitmennya untuk memajukan Gayo Lues dengan fokus pada peningkatan infrastruktur, pengembangan sektor pertanian, serta memperkuat perekonomian daerah melalui pemanfaatan sumber daya alam yang optimal. Salah satu prioritas utama adalah membuka akses transportasi yang lebih baik antara Gayo Lues dan Aceh Tamiang guna memperlancar arus barang dan jasa.

“Kami akan memastikan bahwa infrastruktur, khususnya jalan penghubung antarwilayah, mendapat perhatian penuh agar akses masyarakat menjadi lebih mudah dan efisien,” kata Suhaidi.

Selain itu, sektor pertanian menjadi perhatian utama dalam strategi pembangunan mereka. Dengan lebih dari 27 persen luas wilayah Gayo Lues merupakan lahan budidaya, Suhaidi berencana mengoptimalkan sektor ini untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Program unggulan yang akan diterapkan adalah mewajibkan setiap ASN memiliki kebun kopi seluas satu hektar guna mendorong produktivitas hasil pertanian.

“Dengan mengembangkan sektor pertanian, khususnya kopi dan kakao, kami yakin perekonomian Gayo Lues akan semakin kuat dan mandiri,” tambahnya.

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Wakil Bupati Maliki menambahkan bahwa kepemimpinan mereka akan mengedepankan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan perhatian lebih pada pelayanan publik, kesejahteraan petani, dan pemberdayaan usaha mikro. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, serta pelaku usaha dalam merancang kebijakan yang tepat sasaran.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan dari semua pihak agar pembangunan berjalan efektif dan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Maliki.

Kolaborasi dengan Pemerintah Aceh dan Nasional

Sebagai langkah strategis, Suhaidi dan Maliki juga berencana menjalin kerja sama lebih erat dengan Pemerintah Aceh dan pemerintah pusat dalam upaya meningkatkan investasi serta membuka jalur ekspor hasil pertanian ke luar negeri. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah ekspor langsung kopi dan hasil bumi lainnya ke Penang, Malaysia.

“Permintaan terhadap kopi Gayo sangat tinggi di pasar internasional. Kami akan memastikan petani dan pengusaha lokal mendapat akses pasar yang lebih luas dan menguntungkan,” jelas Suhaidi.

Pelantikan Suhaidi dan Maliki turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk mantan Menteri Perdagangan Agus Supramanto, anggota DPR RI, serta pejabat Pemerintah Aceh. Kehadiran mereka menandai awal baru bagi kepemimpinan di Gayo Lues yang diharapkan membawa perubahan signifikan dalam lima tahun mendatang.

Dengan tekad dan program kerja yang telah disusun, Suhaidi dan Maliki kini menghadapi tantangan besar untuk mewujudkan visi mereka dalam memajukan Gayo Lues. Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam keberhasilan kepemimpinan mereka selama lima tahun ke depan. []

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PT Banda Aceh
Penjabat Gubernur Aceh Dr. H. Safrizal ZA, M.Si, didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh T. Aznal Zahri dan Kepala Biro Admin Akkar Arafat, bersilaturahmi dengan Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Dr. H Suharjono, S.H., M.Hum, di kantor sementara Pengadilan Tinggi, Gedung Balai Tgk. Chik di Tiro, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu 2/10.Foto: Biro Adpim

Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Jamu Penjabat Gubernur Safrizal

IMG 20210303 WA0003 1050x525 1
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Pangdam IM, Kapolda Aceh, Kepala Pelaksana BPBA dan Kadis LHK Aceh, mengikuti rapat koordinasi penanggulangan bencana tahun 2021 oleh Presiden RI, Joko Widodo secara virtual di Meuligoe Gubernur, Banda Aceh, Rabu (3/3/2021). (Dok. Ist)

Saatnya Prioritaskan Mitigasi untuk Penanganan Bencana

Isi Kemerdekaan dengan Memerangi Narkoba
Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-74, di Lapangan Blang Padang, Sabtu (17/8/2019).

Isi Kemerdekaan dengan Memerangi Narkoba