Harga Emas Terus Naik, Pengamat Ingatkan Dampak Negatif ke Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Harga Emas Terus Naik, Pengamat Ingatkan Dampak Negatif ke Pertumbuhan Ekonomi Aceh
Seorang pedagang emas memperlihatkan perhiasan dari sebuah etalase toko di Meulaboh, Aceh Barat. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

PM, Banda Aceh – Pengamat Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Mukhlis Yunus, menyoroti dampak kenaikan harga emas di Aceh yang mendorong masyarakat untuk memilih investasi dalam bentuk emas. Meskipun memberikan keuntungan individu, tren ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Dalam wawancaranya di Banda Aceh pada Rabu (17/4/2024), Mukhlis mengungkapkan bahwa harga emas di kota tersebut telah mencapai Rp3,8 juta per mayam, menyebabkan masyarakat enggan untuk berinvestasi di sektor lain. Hal ini mengakibatkan perputaran uang yang lebih sedikit dan melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Meskipun investasi emas dianggap lebih aman, Mukhlis menyatakan perlunya pemerintah untuk mengambil tindakan guna mengendalikan harga emas serta meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap sektor-sektor produktif lainnya. Ini termasuk intervensi pasar dan edukasi yang lebih baik tentang manfaat berinvestasi di sektor lain.

“Kenaikan harga emas, meskipun memberikan keuntungan bagi para pemiliknya, jika tidak dikelola dengan baik, dapat berdampak negatif bagi perekonomian,” tegas Mukhlis.

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Kadisbudpar Aceh Jamaluddin dan Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar, bertemu Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, membahas Investasi pariwisata Provinsi Aceh dengan UEA di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Jumat (13/11/2020). (Foto/Humas)
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Kadisbudpar Aceh Jamaluddin dan Staf Khusus Gubernur Aceh, Iskandar, bertemu Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, membahas Investasi pariwisata Provinsi Aceh dengan UEA di Kantor Kemenko Marves, Jakarta, Jumat (13/11/2020). (Foto/Humas)

Ajukan Proposal Investasi Pulau Banyak, Ini Tawaran ke UEA