Perdana, Lahan Budidaya Udang Vaname Dikelola di Meuraxa

aminullah udang vaname
Pelepasan benur (bibit udang) secara simbolis oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman di Gampong Cot Lamkuweuh, Kecamatan Meuraxa, Kamis (18/2/2021). (Dok. Humas)

PM, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meluncurkan budidaya udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) dengan sistem bioflok di Gampong Cot Lamkuweuh, Kecamatan Meuraxa, Kamis (18/2/2021).

Budidaya udang Vaname perdana di Banda Aceh dengan menggunakan terpal plastik sebagai wadah pemeliharaan dan pakan organik itu, ditandai dengan pelepasan benur (bibit udang) secara simbolis oleh Aminullah.

Ia mengapresiasi warga Cot Lamkuweuh yang telah memulai modernisasi budidaya udang Vaname dengan sistem bioflok.

“Dengan penggunaan teknologi, udang yang sejatinya berhabitat di air laut ini bisa kita pelihara di darat,” ujarnya.

Metode budidaya udang tersebut, sangat efektif diterapkan di Banda Aceh yang memiliki lahan terbatas.

“Prospeknya pun menjanjikan, dan insya Allah inovasi ini akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya petani tambak di Banda Aceh.”

Selain udang Vaname, Pemko Banda Aceh juga tengah mengembangkan budidaya ikan, kerang hijau, dan tiram di kawasan pesisir.

“Budidaya perikanan terus kita galakkan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan warga dan perekonomian kota,” kata Aminullah.

Ia pun menitip pesan agar budidaya udang Vaname di Cot Lamkuweuh dapat dikelola dengan baik sehingga bisa menghasilkan.

“Kalau di sini berhasil, ke depan akan kita kembangkan seluas-luasnya di Banda Aceh. Saya akan mendukung penuh untuk diterapkan di gampong-gampong lain,” katanya lagi.

Amatan di lokasi budidaya, terdapat empat kolam berdiameter sekitar 2,5 meter yang masing-masing berisi 6.500 bibit udang Vaname.

“Setelah 3,5 sampai empat bulan, ini bisa langsung dipanen. Per kilogramnya bisa mencapai 35-50 ekor udang dengan harga jual sekira Rp 70 ribu,” kata salah seorang pekerja di sana. (*)

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Atlet shorinji kempo Aceh Syifa Ataia
Atlet shorinji kempo Aceh Syifa Ataia melakukan selebrasi seusai memenangkan pertandingan pada final shorinji kempo randori perorangan putri kelas >60-65 kg PON XXI Aceh-Sumut 2024 di GOR KONI Aceh, Banda Aceh, Aceh, Kamis (19/9/2024). Atlet shorinji kempo Aceh Syifa Ataia berhasil meraih medali emas sementara atlet shorinji kempo DKI Jakarta Bella Sukma Wardan meraih medali perak. Foto: PM/Oviyandi Emnur

Aceh Raih Dua Emas di Cabor Shorinji Kempo PON XXI Aceh-Sumut 2024