Banjir Rendam Dua Kecamatan di Aceh Timur, Ratusan Warga Mengungsi

PicsArt 01 20 12 38 57
Banjir di salah satu gampong di Aceh Timur. (Dok.BPBA)

PM, Idi – Tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir menyebabkan banjir terus menggenangi sejumlah gampong di kawasan Aceh Timur. Rabu (20/1/2021) pukul 3 dini hari tadi, sedikitnya dua kecamatan dilanda banjir.

Informasi yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir merendam lima desa di dua kecamatan, yakni Gampong Alue Nyamuk, Paya Bili Satu, dan Paya Bili Dua di Kecamatan Birem Bayeun dengan ketinggian air 20-50 cm.

Sementara di Kecamatan Simpang Jernih, banjir terjadi di Gampong Pante Kera dan Batu Sumbang dengan rata-rata ketinggian air 20-80 cm.

“Banjir disebabkan meluapnya air sungai di Birem Bayeun, sejak hujan dengan intensitas tinggi melanda kawasan tersebut,” demikian dilaporkan Staf BPBA, Haslinda Juwita.

Banjir berdampak pada 835 warga di masing-masing kecamatan tersebut. Adapun 205 jiwa (75 kepala keluarga) memilih untuk mengungsi di tempat yang lebih aman. Pihak BPBD Aceh Timur hingga kini terus melakukan pendataan terkait jumlah ini.

“Untuk saat ini debit air semakin bertambah di beberapa lokasi,” terangnya.

BPBD Aceh Timur hingga kini terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk pendataan dampak banjir ini.

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

WhatsApp Image 2024 12 02 at 19.10.26
(OKP) meminta aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku kekerasan dan intimidasi yang terjadi selama Pilkada Aceh, Subhan Saputra Ketua Gerakan Pemuda Islam yang mewakili OKP se-Aceh, Senin 2 Desember 2024. Foto: MC Bustami-Fadhil

22 OKP Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Kekerasan dan Intimidasi di Aceh Utara

Menteri PANRB: ASN Muda Wajib Pindah ke Ibu Kota Baru
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (27/8/2019). (ANTARA/Fransiska Ninditya)

Menteri PANRB: ASN Muda Wajib Pindah ke Ibu Kota Baru