WALHI Desak Polisi Usut Penyerangan LBH Medan

WALHI Desak Polisi Usut Penyerangan LBH Medan
Suasana kantor LBH Medan. (Foto/Detik)

Jakarta – Penyerangan kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan dikecam berbagai kalangan. Perbuatan tersebut sebagai bentuk teror dan serangan terhadap pembela Hak Asasi Manusia (HAM).

“Karena selama ini LBH Medan kerap melakukan advokasi kasus-kasus struktural,” kata Ahmad Kepala Departemen Penguatan Organisasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dalam keterangan persnya, Senin (21/10).

Eksekutif Nasional Walhi dan Eksekutif Daerah di 28 provinsi di Indonesia sepakat mengecam keras tindakan penyerangan tersebut. Apa yang dialami oleh LBH Medan, sebut Ahmad, menambah panjang deretan ancaman dan kekerasan yang dialami oleh pembela HAM di Sumatera Utara dan berbagai wilayah lainnya di Indonesia.

“Kami mendesak agar aparat kepolisian mengusut tuntas penyerangan ini secara cepat dan menemukan pelakunya. Teror yang dilakukan merupakan cara pembungkaman terhadap suara masyarakat sipil, dan mengancam kehidupan berdemokrasi di Indonesia,” paparnya.

Tak hanya itu, Walhi juga mendesak pemerintah seharusnya mengeluarkan kebijakan dan jaminan perlindungan bagi pembela lingkungan hidup dan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat sipil untuk saling menguatkan, dan terus melakukan pembelaan terhadap ketidakadilan sosial dan ekologis,” tandasnya.

Seperti diketahui, Jumat dini hari lalu (19/10)), kantor LBH Medan diserang orang tak dikenal menggunakan bom molotov. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) melalui Kabid Advokasi, Muhamad Isnur menyebut insiden tersebut merupakan upaya struktural  untuk mengintimidasi aktivis HAM.

“Apalagi, kantor LBH Medan sepekan terakhir menjadi tempat konsolidasi aksi #reformasidikorupsi,” kata Muhammad Isnur. []

 

 

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

b12e36ae 0d47 42b9 ad5a 25bb6898d5a5
Pj. Gubernur Aceh, Bustami, SE. M. Si didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Zulkifli, Kadis Pendidikan Aceh, Marthunis dan Kadisnaker Aceh, Akmil menerima Kunjungan Ms. Ina Lepel, Duta Besar Jerman dan Mr. Daniel Konsul Kehormatan Jerman diruang Rapat Gubernur Aceh, Kantor Gubernur Aceh, Kamis (4/7/2024).

Terima Kunjungan Dubes Jerman, Pj Gubernur Sebut Aceh Terbuka untuk Investasi