YARA Serahkan Koin ke Pemko Subulussalam untuk Bayar Utang

YARA Serahkan Koin ke Pemko Subulussalam untuk Bayar Utang
Ketua YARA Kota Subulussalam, Edi Syahputra menyerahkan koin kepada Asisten II Bidang Administrasi dan Pembangunan, Lidin, SH di kantor Walikota Subulussalam.(pikiranmerdeka.co/Nukman)

PM, SUBULUSSALAM – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) perwakilan Kota Subulussalam, menyerahkan koin hasil sumbangan yang digalang dari masyarakat kepada Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam, Senin (5/3).

Penyerahan koin tersebut berlangsung di kantor Walikota Subulussalam yang diterima oleh Asisten II Bidang Administrasi dan Pembangunan, Lidin, SH mewakili Walikota Subulussalam di ruang kerjanya.

Kepada awak media, Ketua YARA, Edi Syahputra mengatakan, koin tersebut dinilai sebagai wujud kritik sosial masyarakat terhadap pemerintah atas kondisi utang Pemko Subulussalam sebesar 70 Milyar rupiah, pada Anggaran Pendapatan Belanja Kota (APBK) Subulussalam, sehingga mengakibatkan pemangkasan terhadap anggaran di sejumlah SKPK lingkup Pemko Subulussalam mencapai 50 persen.

Baca: Defisit 70 Miliar, YARA Galang Koin Untuk Pemko Subulussalam

“Jangan dihitung berapa jumlah koinnya, namanya juga koin. Koin ini adalah sebagai wujud kritik sosial kita terhadap pemerintah yang dianggap tidak bijak terhadap pengelolaan keuangan daerah,” tutur Edi.

Menurutnya, program penggunaan keuangan daerah yang tidak tepat sasaran tidak berdampak serius terhadap pembangunan yang ada.

Lebih lanjut Edi menambahkan bahwa arus laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat luas dari output pembangunan itu pun terasa melambat, serta daya beli masyarakat pun menurun. Hal ini bersandar pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Subulussalam dapat dikorelasikan dengan bertambahnya angka kemiskinan Kota Subulussalam pada tahun 2017 naik menjadi 19,71 persen dari tahun 2016 sebesar 19,57 persen atau naik sebesar 0,14 poin.

“Itu artinya bahwa program pembangunan yang ada tidak mampu mengintervensi angka kemiskinan di Kota Subulussalam. Begitu juga dengan pembangunan yang ada dinilai tidak mampu mendongkrak tingkat daya beli masyarakat, akibat melemahnya laju pergerakan ekonomi daerah” pungkas Edi.

Edi berharap, agar pemerintah kedepannya dapat lebih efektif dan efisien terhadap pengelolaan keuangan daerah yang berasal dari rakyat tersebut.

Sementara itu, Asisten II Bidang Administrasi dan Pembangunan Setdako Subulussalam, Lidin, SH menanggapi positif aksi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa koin tersebut adalah berupa koin moral demi untuk kebaikan Kota Subulussalam kedepannya.()

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Ketua TP-PKK Aceh, Ny. Marlina Muzakir, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim, saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gampong Lambhuk, Banda Aceh, Senin (28/4/2025).
Ketua TP-PKK Aceh, Ny. Marlina Muzakir, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim, saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gampong Lambhuk, Banda Aceh, Senin (28/4/2025).

Aceh Gencarkan Program Dapur Makan Bergizi Gratis, PKK dan BKKBN Turun Tangan

ANGGAR Putri Degen Perorangan
Atlet anggar Aceh Ardela Putri Yonanda (kanan) bertanding melawan atlet anggar Lampung Naura Riskia Tarisa (kiri) pada 16 besar kelas Putri Degen perorangan pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Hall Anggar, Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Aceh. Rabu (11/9/2024). Naura Riskia Tarisa berhasil mengalahkan Ardela Putri Yonanda dengan skor 15-12. Kamis (12/9/2024). MC PON XXI ACEH/Riza Azhari

Anggar Aceh Bersinar di PON XXI, Raih Tiga Medali dalam Dua Hari