IMG 20201109 WA0019
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Banda Aceh, Nurmiati AR. (Foto/Humas)

PM, Banda Aceh – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Banda Aceh, Nurmiati AR, mengajak seluruh warga, khususnya kaum ibu untuk berperan aktif dalam mencegah stunting.

“Ada tiga hal yang harus ditekankan dalam penanganan stunting. Hal pertama, pentingnya memperhatikan asupan makanan bergizi bagi ibu hamil, bayi dan balita terutama dalam 1000 HPK,” ungkap Nurmiati dalam acara Zoom Meeting tentang peningkatan pola hidup sehat bagi ibu hamil dalam rangka pencegahan stunting di Pendopo Wali Kota, Senin (9/11/2020).

Adapun yang kedua, mengenai pola asuh orang tua yang menurutnya sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak terutama perkembangan otak dalam 1000 HPK, dan yang ketiga adalah Kesehatan Lingkungan atau lebih kita kenal dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Khusus untuk pemberian ASI itu penting bagi bayi sampai umur dua tahun terutama diberikan secara eksklusif ke bayi sejak lahir sampai bayi berumur enam bulan tanpa pemberian makanan tambahan apapun,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, jika melihat angka prevalensi stunting pada bayi di bawah dua tahun di Aceh cukup tinggi, yaitu mencapai 37,9 persen, sedangkan prevalensi rata-rata nasional sebesar 30,8 persen. “Artinya 4 dari 10 bayi yang lahir di Provinsi Aceh menderita stunting.”

Untuk itu, Nurmiati mengajak semua pihak mulai jajaran pemerintahan hingga seluruh lapisan masyarakat untuk gencar mensosialisasikan bahayanya stunting tersebut.

“Melihat hal ini tentunya kita semua harus bersinergi untuk pencegahan dan penurunan angka stunting di Kota Banda Aceh. Kita telah hadirkan beberapa pilot project untuk mencegah hal tersebut seperti Rumoh Gizi di Gampong Merduati dan program BEREH yang digagas Pemerintah Aceh,” kata Nurmiati.

Di samping itu, ia mengungkapkan pihak TP PKK Kota juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait program Aceh Mandiri Pangan (Gampang). PKK kota saat ini telah mengajak ibu-ibu di seluruh gampong di Kota Banda Aceh agar memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumah untuk menanam sayur-mayur.

“Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur mayur setidaknya kita dapat memenuhi kecukupan pangan keluarga,” ucapnya.

Dengan berlangsungnya kegiatan ini, Nurmiati berharap agar semua peserta memanfaatkan kegiatan webinar ini dengan sebaik-baiknya.

“Saya juga ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung pemerintah dalam upaya menyukseskan program tersebut dalam upaya menekan angka stunting,” tutupnya. (*)

Komentar