PM, Langsa – Tukirin (50), warga Dusun Keluarga, Gampong Bukit Tiga, Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.

Kapolres Langsa, AKBP Satya Yudha Prakasa, melalui Kapolsek Birem Bayuen, Iptu Imran, Kamis (11/1), menuturkan, korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya, Depi Febrianti (19).

Saat itu, sebut Kapolsek, Depi Febrianti, sekitar pukul 11.00 WIB, pulang ke rumah dengan maksud memberi makan ibu kandungnya yang mengalami sakit stroke dan buta.

Kemudian, saat sedang memberi makan ibunya, saksi mendengar suara handpone miliknya berdering. Lalu, saksi menuju ke kamar miliknya yang bersebelahan dengan kamar korban.

“Saat sedang membuka tirai pintu saksi melihat korban sudah tergantung di kayu plafon dengan menggunakan selang air bangunan warna putih dengan kondisi lehernya tergantung,” ucapnya.

Melihat kejadian tersebut, saksi terkejut dan langsung berlari ke luar rumah memanggil suaminya, Mulyadi (23), yang sedang berada di rumah tetangga.

Dan, saat itu juga mereka pulang ke rumah untuk menurunkan mayat orang tuanya tersebut.

Selanjutnya, kata Kapolsek lagi, saksi memberitahukan kejadian tersebut kepada tetangganya dan perangkat gampong dan diteruskan ke Polsek Birem Bayeun dan unit identifikasi Polres Langsa.

Mendapat informasi tersebut, anggota Polsek Birem Bayeun dan unit identifikasi langsung menuju lokasi dan melakukan olah TKP. “Untuk sementara tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan ditubuh korban,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, sambungnya, korban sekitar dua bulan lalu sudah pernah mencoba melakukan upaya bunuh diri dengan meminum racun serangga, namun masih dapat di selamatkan keluarga.

Korban juga pernah mengatakan dirinya sedang mengalami sakit kronis yang sudah berlangsung sekitar 5 tahun. Karena, pihak keluarga korban tidak mau jasad orang tuanya divisum, maka selanjutnya jenazah korban langsung di kebumikan,” tutupnya.()

Komentar