Narayanpur—Sekira 19 orang anggota paramiliter India disengat lebah saat mereka hendak menumpas gerakan pemberontak Maoist di Negara Bagian Chhattisgarh.

Personil paramiliter tergabung dalam satuan polisi cadangan dikerahkan ke hutan di mana para pemberontak Maoist bersembunyi.

Para pasukan paramiliter itu tengah menyapu ranjau darat yang ditanam di hutan Distrik Narayanpur, di tempat itulah mereka diserang oleh sekumpulan lebah. Empat pasukan saat ini berada dalam kondisi yang amat serius. Tangan dan wajah mereka bengkak akibat sengatan lebah.

Pejabat setempat mengatakan, pada Minggu sore, muncul badai yang cukup kuat. Badai itu diyakini menumbangkan pohon dan pada saat yang bersamaan, sarang lebah pun terbanting di tanah. Lebah-lebah itu pun menyerang pasukan paramiliter yang sedang menyisiri hutan. Demikian seperti diberitakan BBC, Senin (7/5).

Serangga dan reptil merupakan ancaman serius yang dihadapi oleh aparat keamanan India ketika mereka menghadapi pemberontak Maois. Nyamuk malaria dan beberapa serangga lain bahkan terbukti sempat membunuh pasukan yang berperang dengan kelompok pemberontak itu.

Pemberontak Maois merupakan pemberontak kuat yang menguasai banyak wilayah di Negeri Bollywood. Perdana Menteri Manmohan Singh menyebut, pemberontak itu sebagai ancaman keamanan dalam negeri terbesar.

Meski demikian, para pemberontak mengklaim, perang yang mereka lakukan dengan pasukan Pemerintah India ditujukan untuk memperjuangkan hak warga miskin India yang tidak diperdulikan pemerintah. India sendiri sudah mengerahkan puluhan ribu pasukan dari kelompok paramiliter dan polisi untuk menumpas gerakan itu.[bbc/okz]

Komentar