Bendera Partai

Bendera Partai

Banda Aceh—Kepercayaan masyarakat Aceh terhadap partai politik nasional semakin melemah. Persepsi itu diperkuat dengan terpilihnya pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2012-2017.

“Kemenangan Zikir, selain merupakan bentuk apresiasi masyarakat Aceh terhadap tokoh yang telah lebih dari tiga dasawarsa memperjuangkan Aceh dari berbagai ketimpangan dan ketidakadilan pemerintah orde baru, juga bentuk kepercayaan masyarakat Aceh terhadap parpol lokal,” kata Faisal Riza Yoenoes, Anggota Tim Task Force Jaringan Agama, Adat dan Budaya DPP Partai Nasdem di Jakarta, Senin (14/5). “Hal ini sekaligus memberikan gambaran menurunnya trust (kepercayaan) parpol nasional yang ada di Aceh.”

Faisal mengatakan hasil Pemilukada yang mengantar dua mantan petinggi GAM sebagai gubernur dan wakil gubernur merupakan sebuah momentum bagi para mantan pejuang untuk lebih mengkonkritkan misi perjuangannya bagi kemajuan dan kemaslahatan daerah dan masyarakat Aceh. “Bagi masyarakat Aceh baik di nanggroe dan di rantau harus memberikan dukungan dengan tulus dan ikhlas kepada pimpinan Aceh yang baru, agar Aceh mampu mengejar ketertinggalan pembangunan dan segera mampu bersanding dengan daerah-daerah yang telah lebih dahulu maju,” katanya.

Faisal mengharapkan masyarakat Aceh mampu mengeliminir setiap perbedaan yang ada yang mengarah kepada terhambatnya proses pembangunan. “Kini bukan saatnya lagi kita saling tuding, saling menyalahkan dan saling fitnah. Ini saatnya kita merapatkan barisan, satukan visi dan pemahaman, sinergikan potensi yang ada bagi mewujudkan gerakan Aceh membangun di segala aspek dan tatanan kehidupan masyarakat,” katanya.

Kepemimpinan Aceh ke depan, kata dia, adalah hasil sebuah proses politik yang demokratis sebagai wujud kepercayaan rakyat kepada Partai Aceh di tengah hiruk-pikuknya partai politik nasional yang telah lebih dahulu lahir dan berperan di bumi Aceh. “Untuk itu, momentum kepemimpinan Aceh ke depan harus kita dukung secara penuh,” tandas Ketua Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda ini.

Menanggapi minimnya perhatian SBY dan Partai Demokrat terhadap kemajuan pembangunan di Aceh padahal rakyat Aceh sudah memberikan dukungan 54% kursi DPR dan 94% suara kepada SBY pada Pilpres 2009 lalu, Faisal mengatakan SBY memang gampang melupakan orang-orang yang setia berjuang dan membantu kesuksesannya pada Pilpres 2009. “Ini juga dialami para tokoh, aktivis, pimpinan berbagai elemen masyarakat yang dengan penuh kesetiaan, keikhlasan dan militansi membantu suksesnya SBY di 2004,” katanya.

Karena itu, dia meminta masyarakat Aceh jangan terlalu banyak berharap dengan kepemimpinan nasional yang ada saat ini. “Kami sebagai orang yang ikut langsung menggerakkan masyarakat mulai dari Aceh hingga Papua untuk memberikan dukungan kepada Partai Demokrat dan kesuksesan SBY juga merasa kecewa dengan kepemimpinan SBY saat ini,” katanya.[rilis]

Komentar