Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil  menggagalkanpenyelundupan sabu-sabu jaringan internasional di Aceh. Dari jaringan ini, petugas mengamankan 99 kilogram sabu-sabu dan 20.000 ribu butir Happy Five yang rencananya akan diedarkan ke Jakarta.

Menurut Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto, pengungkapan ini hasil dari kerja keras dari anak buahnya dan tim Bea Cukai.

Kemudian ada sembilan tersangka yang ditangkap dari pengungkapan kali ini.

“Yang kami ungkap ini jaringan internasional Penang, Malaysia-Batam-Aceh,” kata dia di Aceh, Sabtu (9/6).

Dia menambahkan, jaringan ini sudah mereka pantau selama satu bulan hingga akhirnya terungkap.

Lanjut dia menuturkan, mula penangkapan ini saat jajaran Bareskrim tim memantau pergerakan adanya sabu-sabu yang akan diselundupkan ke Batam pada 30 Mei lalu.

Kemudian ditangkap tiga orang tersangka dengan barang bukti delapan kilogram sabu-sabu di Tanjungpinang, Batam.

Lalu di lokasi kedua, pada 3 Juni, sindikat dari Penang Malaysia ini diamankan di perairan Aceh Timur dengan barang bukti sebelas kilogram sabu-sabu.

Di sana ada tiga orang tersangka yang ditangkap. Eko menambahkan, untuk mengelabui petugas, pelaku sempat membuang barang bukti ke laut namun berhasil diselamatkan oleh petugas.

Hasil pengembangan, di lokasi ketiga di Aceh Timur pada 4 Juni, petugas menangkap satu tersangka dengan barang bukti 30 kilogram sabu-sabu dan 20.000 pil Happy Five.

“Dan di lokasi terakhir pada 8 Juni tim kembali mengamankan barang bukti 50 kilogram sabu-sabu di perairan Aceh Timur. Di sana ada dua orang tersangka diamankan,” tegas Eko.

Sumber: jpnn.com

Komentar