Ilustrasi: DLHK Aceh

PM, Banda Aceh – Kepala Unit Pembebasan Lahan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN I) Provinsi Aceh, Alvi, mengatakan pembangunan jalan tol Banda Aceh-Sigli segera dilaksanakan.

Pasalnya, masalah pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala sudah selesai ditangani.

“Tahun depan, 2019, proyek jalan tol Banda Aceh-Sigli bisa langsung jalan. Masalah lahan selama ini dikatakan bermasalah sudah diselesaikan dengan dana yang telah tersedia. Dua hari ke depan pembayaran lahan sudah bisa kita lakukan,” ujar Alvi pada acara Diskusi Nasib Proyek Strategis Nasional (PSN), Senin (5/11).

Kata Alvi, untuk tahap awal Pemerintah Pusat sudah menyiapkan anggaran untuk pembebasan mencapai Rp350 miliar lebih diperuntukan ke lima kecamatan dengan menggunakan dana talangan.

Sebagai langkah awal ada dua kecamatan di Aceh Besar yang warganya telah setuju yakni Blangbintang dan Montasik. “Blang bintang ada 21 bidang, montasik ada 39 bidang total dana disediakan Rp11 miliar.”

Memang, ujarnya lagi, ada yang menolak. Dari 204 bidang yang dinilai, 34 bidang yang menggugat, lokasinya di Blangbintang. Tapi pihak pengadilan telah memutuskan menolak gugatan warga. “Pengadilan telah menolak gugatan. Saat ini menunggu secara tertulis, apakah dana konsinyasi. Namun uang telah kita titipkan ke pengadilan yang nantinya akan mengatur pembayarannya,” ujarnya lagi.

Disampaikannya, tol Banda Aceh-Sigli merupakan pilot projek dari keseluruhan proyek tol Aceh-Sumut. “Target di tahun 2019, PT HK menyelesaikan proyek selesai 40 km dan tahun 2022 jalan tol Banda Aceh-Sigli sudah bisa dilalui,” ujarnya.

Disebutkannya, ruas tol Banda Aceh-Sigli terdiri atas seksi Blang Bintang-Indrapuri sepanjang 13 km, seksi Blang Bintang-Kutobaro sepanjang 8 km, Seksi Kutobaro-Simpang Baitussalam sepanjang 5 km, Seksi Padang Tiji-Seulimeum sepanjang 26 km, Seksi Seulimeum-Jantho sepanjang 6 km, dan terakhir seksi Jantho-Indrapuri sepanjang 16.  [JPNN]

Komentar