PADAMKAN API: Petugas dibantu warga memberi selang air ke lantai dua salah satu dari tiga rumah yang terbakar di Desa Peuniti Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh, Kamis (13/9). Tak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini namun kerugian ditaksir puluhan juta. [Pikiran Merdeka | Juli Amin]

PADAMKAN API: Petugas dibantu warga memberi selang air ke lantai dua salah satu dari tiga rumah yang terbakar di Desa Peuniti Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh, Kamis (13/9). Tak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini namun kerugian ditaksir puluhan juta. [Pikiran Merdeka | Juli Amin]

PM, Banda Aceh—Tiga unit rumah di Jalan Rawa Sakti, Peuniti, Banda Aceh nyaris hangus terbakar, Kamis (13/9) sekira pukul 15:00 WIB. Api diduga berasal dari percikan kabel listrik yang terkelupas akibat terkena atap rumah.

Tak ada korban jiwa dalam insiden yang terjadi saat warga tengah beristirahat ini. Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian setelah 5 unit pemadam milik pemko Banda Aceh dikerahkan kelokasi.

Ismuha, 45, saksi mata mengatakan api mulai terlihat dari lantai dua rumah milik Arbayani dan merembet kerumah yang berada didekatnya. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena ditinggal pemilknya. “Api dari rumah itu dan saat terbakar yang sewa tidak berada ditempat,”kata Ismuha.

Menurutnya, sebelumnya kabel listrik dirumah tersebut mengeluarkan api karena terkena atap rumah.”Tiga rumah yang terbakar ini masih satu keluarga. Dari tiga rumah hanya milik Baharuddin yang cepat dilalap api karena berkontruksi kayu,”katannya.

Amatan di lapangan, ramainya warga yang ingin menyaksikan dari dekat kejadian itu membuat petugas sempat kesulitan memadamkan api. Kebakaran juga membuat warga yang berada disekitar lokasi berusaha menyelamatkan barang berharga karena takut api akan merembet kepemukiman mereka.(min)

Komentar