Ilustrasi/Beritasatu

PM, Banda Aceh – Pemerintah Aceh perlu menggenjot serapan APBA tahun 2020, mengingat hanya tersisa tiga bulan jelang akhir tahun ini. Apalagi, pentingnya serapan anggaran, salah satunya menstimulus pertumbuhan ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

Pakar Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Aceh, Aliamin seperti melansir Antara, Sabtu (17/10/2020) mengatakan, tak ada pilihan lain kecuali peningkatan serapan anggaran, terutama yang berkaitan dengan fasilitator ekonomi.

“Ini penting, misalnya untuk membantu pengusaha,” kata dia.

Mewabahnya pandemi Covid-19, lanjut Aliamin, telah memberi dampak yang sangat besar terhadap semua sektor, terutama dalam aktivitas ekonomi. Bahkan penggunaan anggaran di daerah pun semuanya juga ikut melambat, kecuali untuk belanja pegawai.

Oleh sebab itu, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir pemerintah harus aktif memberi stimulus kepada masyarakat. Apalagi, kata dia, Aceh masih sangat ketergantungan terkait berbagai hal pada Kota Medan, Sumatera Utara, sehingga diperlukan akses distribusi yang lancar agar ekonomi di Aceh tetap jalan.

“Kalau pemerintah tidak aktif, ekonomi enggak jalan,” kata Aliamin.

Pemerintahan Aceh menetapkan APBA pada 2020 sebanyak Rp15,7 triliun. Menurut Aliamin, dari total anggaran tersebut sebanyak 70 persen untuk belanja pegawai, dan hanya tersisa 30 persen untuk belanja langsung untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Selama ini, menurut dia, dalam keadaan normal saja APBA hanya sedikit berperan untuk memberi stimulus terhadap pertumbuhan ekonomi di Tanah Rencong, apalagi di tengah kondisi wabah COVID-19, yang kemudian diikuti dengan keterlambatan penyerapan anggaran.

“Saat ini semua anggaran dari sektor yang tidak penting dikonsentrasikan ke Covid-19. Jadi sudah ke Covid-19, lambat penyerapan lagi, tentu sangat berpengaruh. Tetapi pengaruh ini dalam hal konsumtif, karena kalau pertumbuhan ekonomi ini minus sekarang secara nasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Asisten II Setda Aceh, T Ahmad Dadek menyatakan realisasi anggaran APBA pada 2020 hingga awal September tahun tersebut telah mencapai 47 persen untuk pembangunan fisik. “Sesuai dengan realisasi pembangunan fisik dari program yang telah dicanangkan pada tahun 2020 untuk realisasinya telah mencapai 47 persen atau telah mendekati target yakni 50 persen untuk realisasi fisik pada akhir September tahun ini,” katanya.

Menurut dia, untuk realisasi keuangan dari program-program yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Aceh dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebesar 42 persen dari total APBA pada 2020 sebesar Rp15,7 triliun.


Sumber: ANTARA

Komentar