PM, Banda Aceh – Empat penulis Aceh akan berbicara tentang peran tulisan dalam perdamaian Aceh, di Gedung Turki Sultan Selim II ACC, Banda Aceh, Selasa, 11 Agustus 2015, pukul 14.00 sampai selesai. Keempat mereka ialah budayawan Salman Yoga S, sastrawan Herman RN, blogger Taufik Al Mubarak, dan penerbit Mukhlisuddin Ilyas.

Salman Yoga S
Salman Yoga S

Pembicaraan tersebut akan berlangsung dalam sebuah Dialog Kebudayaan bertajuk “Peran Intelektualime dalam Perdamaian Aceh”. Dialog ini dilaksanakan oleh Lembaga antarabangsa PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh dan Turki) bersama manajemen gedung Turki Sultan Selim II ACC.

Aktivis PuKAT, Thayeb Loh Angen, di Banda Aceh 8/8/2015, mengatakan acara tersebut dibuat untuk mengenali apa yang telah dihadiahkan oleh penulis dalam perdamaian dan bagaimana mereka mengisinya. Berbagai karya tulis telah hadir memperjuangkan dan mengisi perdamaian di Aceh. Peran tulisan dalam perdamaian mesti dikaji dan dihargai.

herman-rn
Herman RN

“Acara seperti ini merupakan kesempatan langka. Jarang bisa mengumpulkan keempat tokoh penulis tersebut dalam satu tempat dan waktu. Seminar PuKAT bertekad mengkaji setiap sisi intelektual dari semua peristiwa penting di Aceh,” kata Thayeb yang dijadwalkan sebagai pemandu di acara tersebut.

Taufik Al Mubarak
Taufik Al Mubarak

Penulis novel “Teuntra Atom” dan novel “Aceh 2025 ini mengatakan, mengatakan acara tersebut gratis, tidak perlu tiket. Panitia tidak menyediakan minum dan makan di acara berbagi pengetahuan tersebut. Pemateri dan hadirin pun tidak disediakan honorarium. Semua dilakukan secara suka rela.

Mukhlisuddin Ilyas
Mukhlisuddin Ilyas

“Terima kasih kepada handai taulanku Salman Yoga S, Herman RN, Taufik Al Mubarak, dan Mukhlisuddin Ilyas yang telah memenuhi undangan PuKAT untuk berbagi ilmu di dalam dialog ini. Terima kasih untuk direktur Sultan II Selim ACC Muhammad Fauzan Azim Syah dan kawan-kawannya. Manajemen Sultan II Selim ACC mengizinkan pemakaian tempat acara ini secara free (cuma-cuma),” kata Thayeb.

(PM 005)

Komentar