PM, Aceh Tenggara – Anggota DPR RI Salim Fakhri, meminta generasi muda khususnya di Aceh Tenggara, jangan terlalu meyakini isu dan berita hoax yang viral di media sosial (medsos). Karena, dapat membuat gaduh bahkan menimbulkan polemik di masyarakat.

Penegasan itu disampaikan politisi Partai Golkar tersebut, usai menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) sekaligus sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang digelar di Posko utama di gampong Mandala, Kecamatan Babussalam, Senin (14/5).

“Semua berita hoax dan isu yang berkembang harus mampu kita saring atau jangan langsung dikonsumsi apalagi ditanggapi,” ujar Fakhri, kepada PIKIRANMERDEKA.CO.

Apalagi, kata dia, saat ini Indonesia diterpa musibah besar dimana 3 gereja di Surabaya dibom yang diduga dilakukan oleh teroris. Bahkan, Senin pagi tadi (14/5) gedung Mapolrestabes Surabaya juga dibom.

“Secara pribadi saya sangat mengutuk keras aksi tersebut dan turut berbela sungkawa atas musibah yang terjadi. Aksi teroris harus diberantas secepatnya di Indonesia,” pinta Fakhri.

Untuk itu, dia meminta ratusan pemuda yang merupakan relawan Salim Fakkhri agar tetap menerapkan 4 pilar kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta menjunjung tinggi kerukunan umat beragama khususnya di Aceh Tenggara yang merupakan minatur indonesia mini,” ungkap Fakhri.

Sementara itu, sekitar empat ratusan pemuda-pemudi dari berbagai gampong di Aceh Tenggara, menghadiri rapat dengar pendapat (RDP) dan sekaligus sosialisasi 4 pilar kebangsaan.

Salah satu pemateri acara tersebut, Dr.Ridwan. Dalam pemaparannya, Ridwan menyatakan 4 pilar kebangsaan merupakan tiang dalam bingkai NKRI ini.

“Jadi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara 4 pilar itu harus kita terapkan,” ujarnya.

Pantauan PIKIRANMERDEKA.CO sosialisasi 4 pilar kebangsaan itu juga diisi tausyiah menyambut datangnya bulan suci ramadhan 1439 hijriyah oleh ustad kondang H.M.Abbas Lc.()

Komentar