Ribuan Siswa Lhokseumawe Semarakkan Karnaval Agustusan

Ribuan Siswa Lhokseumawe Semarakkan Karnaval Agustusan
Ribuan Siswa Lhokseumawe Semarakkan Karnaval Agustusan

PM, LHOKSEUMAW–Sekitar lima ribu siswa-siswi TK, SD, SMP, dan SMA di Kota Lhokseumawe mengikuti karnaval dalam rangka menyemarakkan Hut RI Ke-70, Selasa (18/08/2015).

Karnaval_2Beraneka ragam pakaian adat dari berbagai sukut adat di nusantara menghiasi arena Lapangan Hiraq. Selain itu, ikut ditampilkan mobil hias dengan bermacam corak yang menyerupai simbol-simbol kemerdekaan. Kegiatan itu juga disemarakkan oleh parade sejumlah sanggar drum band di masing-masing sekolah.

Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, mengatakan, peringatan hari kemerdekaan harus disambut dengan suasana ceria dan meriah. Di samping itu dapat menjadi ajang momentum silahturrahmi seluruh rakyat dipenjuru tanah air.

“Indonesia sudah merdeka, Kita harus merayakannya dengan penuh rasa gembira dan senang oleh rakyat. Kami berharap semoga di masa yang akan datang bangsa ini terus memperoleh perubahan dan kemajuan pesat,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Lhokseumawe, Rusli, menyebutkan, secara keseluruhan jumlah peserta pawai sekitar lima ribu orang. Kata dia, sejumlah prajurit TNI/Polri ikut dilibatkan sebagai peserta karnaval kali ini.

“Kita wajibkan setiap sekolah minimal mengirimkan peserta karnaval berjumlah 40 orang, tapi di lapangan lihat sendiri tiap-tiap sekolah mengirimkan 60-100 orang. Ini merupakan sikap nasionalisme yang tinggi diperlihatkan oleh anak-anak pelajar kita,” katanya.

 

[PM004]

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pekerjaan Docking Kapal Mengecewakan Nelayan Pasie Meukek
SALAH seorang nelayan di gampong Pasie Meukek menunjukkan item pekerjaan proyek docking kapal yang masih ada kekurangan. Pekerjaan proyek docking kapal sumber dana Otsus tahun 2014 sebesar Rp 1,7 miliar lebih ini, diprotes oleh nelayan Pasie Meukek karena tidak sesuai harapan masyarakat sehingga telantar tidak bisa digunakan selama hampir satu tahun. Hendrik Meukek.

Pekerjaan Docking Kapal Mengecewakan Nelayan Pasie Meukek