Jakarta – Puluhan santri yang tergabung dalam Jaringan Nasional Santri Indonesia Berdaulat berunjuk rasa di depan Kantor DPP PKS. Mereka menuntut agar kader PKS Fahri Hamzah bertanggung jawab atas perkataan ‘sinting’ yang pernah dilontarkan di twitter beberapa hari lalu.

Para santri ini tiba di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sekitar pukul 15.30 WIB, Kamis (3/7/2014). Rombongan santri ini datang menggunakan tiga unit bus ukuran sedang.

Banyak dari santri ini berusia belasan tahun dan berasal dari kalangan pelajar. Mayoritas mereka mengenakan pakaian khas santri, yaitu baju koko dan sarung.

Puluhan santri ini mengajukan empat tuntutan dalam orasi demonya. Di antaranya menyuruh Fahri Hamzah untuk bertobat dan diberhentikan dari jabatannya sebagai Wasekjen PKS.

“Kami mengajukan empat tuntutan. Pertama, meminta kepada Fahri Hamzah segera bertobat karena telah menghina suatu kaum maupun golongan atau calon presiden RI. Kedua, mendesak kepada Presiden PKS agar memecat Fahri Hamzah dari jabatanya sebagai Wasekjen PKS. Ketiga, tangkap dan adili Fahri Hamzah karena telah melanggar UU no 42 tahun 2008. Keempat, apabila tuntutan kami dalam waktu 2×24 jam tidak dipenuhi oleh Presiden PKS, maka kami akan melakukan aksi simpatik di setiap kantor DPW PKS se-Indonesia dan menyatakan PKS sebagai musuh santri,” ujar Presidium Jaringan Nasional Santri Indonesia Berdaulat Firman Abdul Hakim di kantor DPP PKS.

Firman mengatakan, mereka juga ingin bertemu secara langsung dengan Fahri Hamzah untuk menyampaikan tuntutan tersebut. Namun Fahri Hamzah tidak berada di kantor DPP PKS saat itu.

Sebelumnya, pukul 14.00 WIB tadi, ratusan orang dari Aliansi Santri Indonesia cabang Banten berunjuk rasa di depan Kantor DPP PKS. Mereka juga protes terkait ucapan ‘sinting’ yang dilontarkan Fahri Hamzah di twiiter, berkaitan dengan peringatan hari Santri yang diucapkan capres nomor ururt 2, Joko Widodo (Jokowi).

Melalui akun twitternya @fahrihamzah pada 27 Juni 2014 sekitar pukul 10.40 WIB, Fahri berkicau “Jokowi janji 1 Muharam hari santri. Demi dia terpilih, 360 hari akan dijanjikan ke semua orang. Sinting!”.

Sejumlah kalangan mendesaknya meminta maaf kepada para santri dan Jokowi karena pernyataannya dianggap sudah menistakan santri dan para ulama. PKS juga diminta memberikan sanski tegas atas sikap Fahri yang dianggap anti santri. Tetapi Fahri tidak jera dan belum berniat minta maaf. Kasus itu sendiri sudah dilaporkan oleh tim advokasi Jokowi-JK ke Bawaslu.

[PM-001]

Komentar