PM, Jakarta – Kurs rupiah makin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2018 yang melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2018 tumbuh 5,17% YoY atau lebih lambat dibandingkan periode kuartal II-2018 sebesar 5,27% YoY.

Pada Senin (5/11/2018) pukul 12:00 WIB, US$1 ditransaksikan pada Rp 14.982 di pasar spot. Rupiah melemah 0,21% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) telah memperkenalkan pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) di dalam negeri dalam dua tenor yaitu 1 dan 3 bulan. Berikut kurs Domestic Non-Delivery Forward per Pukul 11:05 WIB:

lg.php.gif

Periode Kurs
1 Bulan Rp 15.000
3 Bulan Rp 15.250

 

Sementara itu, berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) luar negeri hingga pukul 12:00 WIB:

Periode Kurs
1 Pekan Rp 14.968
1 Bulan Rp 15.020
2 Bulan Rp 15.082
3 Bulan Rp 15.153
6 Bulan Rp 15.360
9 Bulan Rp 15.580
1 Tahun Rp 15.790
2 Tahun Rp 16.554,3

 

Di sisi lain, harga jual dolar AS telah turun di bawah Rp 15.100/US$. Berikut data kurs dolar AS di empat bank nasional terbesar hingga pukul 11:50 WIB:

Bank Harga Beli Harga Jual
Bank BNI Rp 14.870 Rp 15.030
Bank BRI Rp 14.930 Rp 15.070
Bank Mandiri Rp 14.790 Rp 15.040
Bank BCA Rp 14.800 Rp 15.100

 

Sumber: TIM RISET CNBC INDONESIA   

Komentar