PNA: Aceh Sudah Lama Didera Konflik, Kita Tak Ingin Kembali

PNA: Aceh Sudah Lama Didera Konflik, Kita Tak Ingin Kembali
PNA: Aceh Sudah Lama Didera Konflik, Kita Tak Ingin Kembali

Bireuen – Partai Nasional Aceh (PNA) yakin akan meraup suara maksimal pada pemilihan umum legislatif yang digelar pada Rabu (9/4/2014) pagi tadi. Hal itu diungkapkan calon anggota legislatif PNA nomor urut 3 untuk DPRA, Khairunnisak, yang meyakini bahwa partai berwarna khas oranye tersebut mendapat tempat di hati masyarakat Aceh.

“Memang pemilu kali ini berbeda dengan lima tahun lalu di mana ada tiga partai lokal yang ikut serta. Namun, kami optimis bisa mendapat kursi,” kata mantan pasukan Inong Bale tersebut.

Menurut dia, selama ini para caleg yang diusung PNA mendapat pembekalan cukup dari partai, khususnya masalah politik. Apalagi caleg perempuan yang mendapat porsi lebih besar dari setiap pembekalan yang dilakukan oleh partai yang digawangi Irwandi Yusuf, mantan Gubernur Aceh itu.

Khairunnisak berharap pencoblosan di setiap TPS berlangsung jujur dan adil dengan pengawasan independen dari penyelenggara pemilu. Dengan demikian, hasil akhir pemilihan bisa diterima oleh peserta pemilu, baik yang kalah maupun menang.

”Aceh sudah lama didera konflik, kita tidak ingin kembali pada masa itu. Untuk itu, mari sama-sama kita jaga perdamaian dengan cara-cara yang berbudi pekerti,” ujarnya. [kompas.com]

Kredit foto: wartaaceh.com

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

IMG 20210524 WA0013 660x330 1
Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar AP bersama Kepala Inspektorat Aceh, Zulkifli saat meluncurkan aplikasi Wistle Blowing Sistem (WBS) di Aula Inspektorat Aceh, Banda Aceh, Senin (24/5/2021). [Dok. Ist]

Inspektorat Luncurkan Aplikasi Aduan Dugaan Korupsi ASN

Aceh Tak Butuh Legislatif Pembual
Orasi Politik Ketua DPD Gerindra Aceh, H.Ir.TA.Khalid, MM, pada acara pengukuhan Bapilu dan sayap Gerindra Aceh Utara dan Lhokseumawe, di Ruang Pertemuan Hotel Lido Graha Lhokseumawe, Senin (24/2/2014) (Pikiran Merdeka I Fahrizal Salim)

Aceh Tak Butuh Legislatif Pembual