Pulau Tsunami diapit Daratan Ujong Seudeun dan Pulau Keluang. (Foto Dofa Aliza)
Pulau Tsunami diapit Daratan Ujong Seudeun dan Pulau Keluang. (Foto Dofa Aliza)

Tsunami yang menyapu Aceh pada Desember 2004 turut memberi hikmah dari sektor pariwisata. Di Aceh Jaya, gelombang raksasa membelah daratan Ujong Seudeun, Kecamatan Jaya (Lamno), yang menjorok ke laut hingga membentuk satu pulau baru. Daratan apung terbaru itu bernama Pulau Seudeun atau kini populer disebut Pulau Tsunami.

Muhammad Ali (29) warga Gampong Ujong Seudeun, Aceh Jaya, mengatakan, semasih berbentuk daratan, Ujong Seudeun dihuni oleh sekitar seribuan jiwa. Setelah tsunami, warga yang kehilangan tempat tinggalnya memilih relokasi ke daratan. “Sekarang Pulau Seudeun tidak berpenghuni lagi,” ujar pria yang kini menjadi pemandu wisata itu.

Berlayar ke Pulau Tsunami dipandu guide lokal. (Foto Dova Aliza)
Berlayar ke Pulau Tsunami dipandu guide lokal. (Foto Dova Aliza)

Pulau Tsunami bersanding dengan Pulau Keluang di utaranya. Pengguna jalan nasional lintas barat Aceh dihadiahi pemandangan sepasang pulau kecil itu dari Panorama Puncak Gurutee. Setiap sore, jika cuaca bagus, dapat disaksikan matahari tenggelam di balik dua pulau yang diapit Samudera Hindia tersebut.

Pulau Tsunami memiliki luas hampir mencapai 20 hektare dan menyimpan potensi wisata bahari. Menurut Muhammad Ali, belakangan ini Pulau Tsunami juga Pulau Keluang hampir setiap hari dikunjungi pelancong, baik untuk bertandang sejenak maupun bermalam di pulau.

Komentar

AdvertisementIklan Selamat Hari Raya Idul Adha BPKA