Pascabanjir, Aceh Utara Didominasi Penyakit ISPA dan Kulit

pengobatan korban banjir oleh tim kesehatan
Tim EMT Terpadu layani kesehatan warga penyintas banjir di Pucok Alu, Lhokberingen, di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, pada Selasa (6/1/2026). [Ist]

PM, Banda Aceh – Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare menjadi kasus paling banyak ditemukan dalam pelayanan kesehatan pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara.

Berdasarkan laporan Emergency Medical Team (EMT) yang diterima Health Emergency Operation Center (HEOC) Aceh, selama bertugas 4–7 Januari 2026, sebanyak sekitar 1.300an warga telah mendapatkan layanan kesehatan yang diberikan oleh tim EMT terpadu Batch V yang dikirim oleh HEOC Dinkes Aceh ke Kabupaten ini.

Pelayanan dilakukan oleh tim EMT tepadu ini di sejumlah kecamatan kabupaten Aceh Utara, meliputi Baktiya, Tanah Jambo Aye, Langkahan, Seunedon, Lapang, Samudera, Cot Girek, Sawang, hingga ke Babah Buloh.

Layanan diberikan melalui posko kesehatan, fasilitas pengungsian, serta pelayanan mobile ke desa-desa yang sulit dijangkau akibat akses jalan rusak dan berlumpur akibat terjangan banjir.

Lokasi pelayanan tersebar mulai dari Gampong Alue Ie Tarek Dusun Muda Syik, Pang Bayak di Kecamatan Baktia, Dusun Pante Reusip, Desa Geudumbak di Kecamatan Langkahan, pada hari pertama pelayanan, Minggu (4/1/2026).

Kegiatan berlanjut hingga Rabu (7/1/2026), di sejumlah titik meliputi sejumlah gampong di Kecamatan Sawang, Lapang, Tanah Jambo Aye, Samudra, Cot Girek, hingga Pirak Timu.

Berdasarkan laporan harian yang dikirim via Whatsapps, HEOC mencatat, mayoritas pasien datang dengan keluhan ISPA, diikuti penyakit kulit seperti tinea dan dermatitis, serta diare. Selain itu, ditemukan pula kasus demam (febris), nyeri otot (myalgia), gangguan pencernaan (dispepsia), hipertensi, dan keluhan muskuloskeletal.

Pola penyakit ini konsisten di hampir seluruh lokasi pelayanan EMT. Tingginya kasus penyakit tersebut berkaitan erat dengan kondisi lingkungan pascabanjir yang belum pulih.

Hasil pemantauan lapangan menunjukkan sanitasi lingkungan yang buruk, keterbatasan air bersih yang layak konsumsi, jamban yang rusak atau bahkan tidak tersedia di lokasi, serta tidak adanya sarana pengelolaan sampah di sebagian besar lokasi yang dituju dan juga permukiman warga.

Pelayanan EMT Terpadu Batch V ini juga menjangkau wilayah dengan akses sulit, termasuk desa yang harus ditempuh menggunakan perahu dan rakit bambu akibat jalan terputus.

Selain pengobatan, tim juga melakukan pemantauan air bersih, jamban, pengelolaan sampah, trauma healing anak, serta pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil.

Tim EMT terpadu ini juga melakukan skrining status gizi balita dan ibu hamil, pemberian makanan tambahan, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta trauma healing bagi anak-anak. []

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Pj Bupati Aceh Utara, Dr Mahyuzar, memanen jagung di Gampong Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Foto: Dok. Pemkab Aceh Utara
Pj Bupati Aceh Utara, Dr Mahyuzar, memanen jagung di Gampong Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Foto: Dok. Pemkab Aceh Utara

Produksi Jagung Pipilan Aceh Diproyeksi Capai 12.211 Ton

Pegadaian Obati Gratis Masyarakat Bireuen
Warga seputaran Kota Bireuen mengikuti pengobatan gratis yang dilaksanakan PT Pegadaian. [pikiranmerdeka.com |Joniful Bahri]

Pegadaian Obati Gratis Masyarakat Bireuen